Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN ANTARA JENIS PROSEDUR BEDAH DENGAN KEBERHASILAN BEDAH DINI PADA PROLAPS ORGAN PANGGUL DI RSUP DR. KARIADI, SEMARANG

Widzayanto, Adhi P and Erwinanto, Erwinanto and Tjahjanto, Hary and Dewantiningrum, Julian and Mochtar, Arufiadi Anityo and Lubena, Lubena and Pramono, Noor (2026) HUBUNGAN ANTARA JENIS PROSEDUR BEDAH DENGAN KEBERHASILAN BEDAH DINI PADA PROLAPS ORGAN PANGGUL DI RSUP DR. KARIADI, SEMARANG. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ADHI PRADANA W-22040421320007-TESIS-ABSTRAK] Text (ADHI PRADANA W-22040421320007-TESIS-ABSTRAK)
ADHI PRADANA W-22040421320007-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (120kB)

Abstract

Latar belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan gangguan dasar panggul yang umum dijumpai dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada wanita usia lanjut. Tata laksana bedah tetap menjadi terapi utama, dengan berbagai prosedur yang tersedia, termasuk pendekatan obliteratif (kolpokleisis) dan rekonstruktif. Meskipun luaran yang diperoleh umumnya baik, angka rekurensi masih menjadi perhatian klinis.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis prosedur bedah dengan keberhasilan anatomis pascaoperasi POP di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Metode: Penelitian kohort retrospektif ini melibatkan 24 wanita dengan POP stadium III–IV yang menjalani TVH+kolpokleisis atau TVH+KA+KPR+SSF. Keberhasilan anatomis didefinisikan sebagai seluruh titik POP-Q berada pada stadium 0 atau I, dengan titik paling distal >1 cm proksimal terhadap himen (POP-Q <−1 cm) pada 3 hingga 6 bulan pascaoperasi. Kegagalan didefinisikan sebagai adanya titik POP-Q pada stadium II hingga IV. Analisis yang digunakan meliputi uji Chi-square, risiko relatif, dan regresi logistik multivariat.
Hasil: TVH+kolpokleisis menghasilkan angka keberhasilan anatomis yang secara signifikan lebih tinggi (91,7%) dibandingkan TVH+KA+KPR+SSF (50,0%) (p=0,034; RR=1,83; IK 95%: 1,01–3,30). IMT overweight merupakan satu-satunya faktor yang secara independen berhubungan dengan kegagalan bedah pada analisis multivariat (OR 29,7; IK 95% 1,17–751,2; p=0,039). Usia, paritas, status menopause, dan keinginan terhadap fungsi seksual tidak berhubungan secara independen dengan luaran bedah.
Simpulan: TVH+kolpokleisis berhubungan dengan keberhasilan anatomis dini yang lebih tinggi dibandingkan TVH+KA+KPR+SSF pada kohort retrospektif kecil ini. IMT overweight secara independen berhubungan dengan peningkatan risiko kegagalan bedah.
Kata kunci: prolaps organ panggul, kolpokleisis, fiksasi sakrospinosus, keberhasilan anatomis, luaran bedah, indeks massa tubuh, POP-Q

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: prolaps organ panggul, kolpokleisis, fiksasi sakrospinosus, keberhasilan anatomis, luaran bedah, indeks massa tubuh, POP-Q
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 15 Sep 2026 07:37
Last Modified: 15 Sep 2026 07:37
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61110

Actions (login required)

View Item View Item