JUNDULLAH, NUR IHSAN (2026) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN METODE DSAS DI KECAMATAN KEDUNG, TAHUNAN, DAN JEPARA, KABUPATEN JEPARA PADA TAHUN 2015-2025 (26dsa552). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Nur Ihsan Jundullah 26dsa552.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Wilayah pesisir pantai utara jawa mendapatkan tekanan erosi pantai dan
hilangnya sumber mata pencaharian berupa tambak, lahan pertanian dan
pemukiman. Kawasan yang terdampak adalah pesisir Kecamatan Kedung,
Tahunan, dan Jepara di Kabupaten Jepara, yang menunjukkan dinamika garis pantai
akibat interaksi antar faktor alam dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini
bertujuan menganalisis perubahan garis pantai periode 10 tahun menggunakan
metode Digital Shoreline Analysis System, menghitung luasan erosi dan akresi,
serta menduga faktor yang berperan dalam perubahan garis pantai. Penelitian
memanfaatkan citra Sentinel-2 tahun 2015, 2020, dan 2025 serta citra Landsat 8
tahun 2015 pada segmen yang tertutup awan. Garis pantai diekstraksi menggunakan
Normalized Difference Water Index (NDWI) pada Sentinel-2 dan Band 8
Pankromatik pada Landsat-8, kemudian dianalisis menggunakan parameter Net
Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Analisis didukung oleh
karakteristik sedimen, kemiringan lereng, dan pasang surut. Analisis menunjukkan
bahwa panjang garis pantai meningkat dari 31,71 km (2015) menjadi 32,17 km
(2025) akibat bentuk pesisir yang berubah. Periode 2015-2025 menunjukan rata
rata EPR dan NSM memiliki nilai negatif, yaitu -2,76 m/tahun dan -27,75 m, yang
menunjukkan dominasi erosi, dengan Kecamatan Kedung mengalami erosi terparah
(-5,3 m/tahun) dibandingkan Kecamatan Tahunan (-0,7 m/tahun) dan Kecamatan
Jepara (-1,2 m/tahun). Luas daratan yang hilang akibat erosi pada periode 2015
2020 mencapai -44,49 ha dengan akresi sebesar +8,37 ha, sedangkan pada periode
2020-2025 erosi mencapai -41,66 ha dengan akresi sebesar +3,20 ha. Karakteristik
pantai memiliki sedimen didominasi jenis pasir, kemiringan lereng tergolong landai
hingga miring dan tipe pasang surut campuran condong harian tunggal. Interaksi
yang kompleks antara faktor fisik pantai dan kondisi oseanografi diduga berperan
dalam mengendalikan dinamika pola erosi dan akresi pada area kajuan.
Keterbatasan penelitian ini adalah belum dilakukannya analisis statistik, sehingga
faktor yang paling memengaruhi perubahan garis pantai belum dapat ditentukan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akresi, DSAS, Erosi, Garis Pantai, Kabupaten Jepara |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 08:38 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 08:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60973 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
