Search for collections on Undip Repository

EFEKTIVITAS HORMON GIBERELIN, EKSTRAK Eichhornia crassipes, DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN FUKOSANTIN Sargassum polycystum (26da544)

GITA NUGRAHANI, HERNADIA CAESARA (2026) EFEKTIVITAS HORMON GIBERELIN, EKSTRAK Eichhornia crassipes, DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN FUKOSANTIN Sargassum polycystum (26da544). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Hernadia Caesara GN 26da544.pdf] Text
Hernadia Caesara GN 26da544.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sargassum polycystum merupakan salah satu rumput laut cokelat yang
mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan bagi industri kesehatan,
makanan, dan kosmetik. Kandungan fukosantin pada S. polycystum dapat
digunakan sebagai sumber antioksidan alami, dan anti peradangan. Budidaya
Sargassum sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia namun upaya
meningkatkan kualitas produksi masih jarang dilakukan. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi adalah pemberian zat
pengatur tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari zat
pengatur alami (ekstrak E. crassipes dan Air kelapa) dan sintetis (Hormon
giberelin) terhadap pertumbuhan dan kandungan fukosantin S. polycystum.
Penelitian dilakukan di BBPBAP Jepara, unit kultur jaringan, di bulan November
2025 – Februari 2026. Penelitian dilakukan menggunakan RAL dengan 4 perlakuan
3 kali ulangan, Perlakuan A (Tanpa Perendaman ZPT), B (Hormon Giberelin
100ppm), Perlakuan C (Ekstrak E. crassipes 10g/L), dan D (Air Kelapa 25%).
Sistem budidaya menggunakan metode verticulture. Hasil penelitian menunjukkan
perendaman pada zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh (Sig <0,05)
terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan kandungan
fukosantin. Hasil terbaik pada pertumbuhan adalah perlakuan C (Ekstrak E.
crassipes 10g/L) yaitu sebesar 26,77 ± 2,84 g dan 1,43 ± 0,12 %/hari, namun
kandungan fukosantin terbaik terdapat pada perlakuan B (Hormon Giberelin
100ppm) yaitu sebesar 329,34 ± 0,18 µg / g.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Air Kelapa, E. crassipes, Hormon Giberelin, S. polycystum, Zat Pengatur Tumbuh
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 11 Sep 2026 07:07
Last Modified: 11 Sep 2026 07:07
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60948

Actions (login required)

View Item View Item