A’YUN, SARAH QUROTI and Hendrawati, Dewi and Aminah, Aminah (2017) PELAKSANAAN PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTARA PASIEN YANG MENGALAMI KEGAWATDARURATAN DENGAN RS BHAYANGKARA SEMARANG. _049 PDT 2017. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (499kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - abstrak.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (208kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (208kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (293kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (88kB) |
|
|
Text
049 SARAH QUROTI A’YUN - dapus.pdf Download (161kB) |
Abstract
Saat ini, kita erat dengan istilah perjanjian terapeutik atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai informed consent. Dari informed consent tersebut terkadang kita kurang memahami jika kejadian yang terjadi pada pasien yang mengalami keadaan gawat darurat.
Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian terapeutik pada pasien dengan keadaan gawat darurat yang terjadi di RS. Bhayangkara Semarang. Lalu untuk mengetahui bagaimana penyelesaian masalah yang timbul jika ada pihak yang merasa dirugikan dalam pelaksanaan pelayanan dalam kegawatdaruratan.
Penulisan hukum ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, selanjutnya dianalisis secara kualitatif.
Dari hasil penelitian, pelaksanaan perjanjian terapeutik dalam kejadian kegawatdaruratan di RS. Bhayangkara Semarang tidak terjadi perjanjian terapeutik. Meskipun pasien tidak perlu membubuhkan tanda tangan dalam Surat Persetujuan Tindakan Medis, namun dokter tetap melaksanakan kewajibannya dengan melakukan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien
berdasarkan zaakwaarneming, bukan berdasarkan perjanjian terapeutik. Penyelesaian masalah yang timbul jika ada pihak yang merasa dirugikan dalam pelaksanaan pelayanan dalam kegawatdaruratan ditindaklanjuti dengan baik melalui mediasi.
Mengenai kurangnya pemahaman masyarakat tentang perjanjian
terapeutik, diharapkan pihak rumah sakit terutama dokter dapat memberitahukan informasi secara lebih menyeluruh dan ditulis secara lengkap dalam surat persetujuan tindakan medis.
Kata kunci : perjanjian, perjanjian terapeutik, kegawatdaruratan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perjanjian, perjanjian terapeutik, kegawatdaruratan |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 06:59 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 06:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60940 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
