RAMADHANI, Zweeta Octavia (2026) Analisis Determinan Ketimpangan Wilayah Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Tahun 2015-2022. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1.S - Cover - 12020122140206.pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12020122140206.pdf - Published Version Download (183kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12020122140206.pdf - Published Version Download (192kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12020122140206.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (216kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12020122140206.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmarks - 12020122140206.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola ketimpangan antardaerah serta pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah puskesmas, rata-rata lama sekolah, kepadatan penduduk, aglomerasi industri, belanja pemerintah, dan keberadaan aktivitas pertambangan terhadap ketimpangan wilayah kabupaten/kota di Provinsi Papua selama tahun 2015–2022.
Penelitian ini menggunakan data panel dari 29 kabupaten dan kota di Provinsi Papua tahun 2015–2022 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Minerba One Map Indonesia (MOMI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ketimpangan wilayah diukur menggunakan Indeks Williamson. Analisis ini menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM), yang dipilih berdasarkan uji Chow dan Hausman, serta menggabungkan Robust Clustered Standard Error untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi yang terdeteksi dalam model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan wilayah di Provinsi Papua
mengalami fluktuasi antara tahun 2015 dan 2022, dengan Kabupaten Mimika secara konsisten mencatat tingkat ketimpangan tertinggi. Pertumbuhan ekonomi dan aglomerasi industri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan antardaerah, sedangkan belanja pemerintah memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Jumlah puskesmas, rata-rata lama sekolah, kepadatan penduduk, dan keberadaan aktivitas pertambangan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ketimpangan wilayah. Jumlah puskesmas, rata-rata lama sekolah, dan keberadaan aktivitas pertambangan memiliki arah hubungan negatif, sedangkan kepadatan penduduk memiliki arah hubungan positif. Ketujuh variabel independen tersebut secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan wilayah dengan kontribusi sebesar 22,64 persen. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerataan pembangunan ekonomi, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta pemanfaatan aktivitas pertambangan terus ditingkatkan untuk mengurangi ketimpangan antardaerah di Provinsi Papua.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ketimpangan wilayah, Indeks Williamson, pertumbuhan ekonomi, jumlah puskesmas, rata-rata lama sekolah, aktivitas pertambangan, Papua |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | IESP Lib |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 06:43 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 06:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
