PUTRA WINDYANTO, LUTHFY ABIYYU (2024) ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DALAM SEDIMEN PADA BUDIDAYA TERPADU KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DAN KERANG HIJAU (Perna viridis) TAMBAK DSTP JEPARA (24da810). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Luthfy Abiyyu Putra Windyanto 24da810 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Budidaya polikultur kakap putih dan kerang hijau merupakan pendekatan
yang berpotensi meningkatkan efisiensi budidaya dan kualitas hasil perikanan.
Monitoring kualitas sedimen dan produksi tambak perlu dilakukan sebagai
informasi yang diperlukan bagi pembudidaya dalam budidaya berkelanjutan.
Kualitas sedimen seperti bahan organik dan redoks potensial merupakan parameter
penting dalam kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan bahan organik dan redoks potensial dalam sedimen pada budidaya
monokultur dan polikultur, serta peoduksi kakap putih dan kerang hijau,
menganalisis hubungan bahan organik terhadap produksi tambak dan redoks
potensial. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen
dengan melakukan analisa deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 2 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, yaitu: M
(monokultur kakap putih) dan P (polikultur kakap putih dan kerang hijau). Data
yang dikumpulkan yaitu pengujian bahan organik, redoks potensial dan produksi
tambak. Data dianalisis menggunakan SPSS Statistic 24 untuk uji Independent T
test dan Microsoft Excel 2013 untuk analisis regresi linear. Rerata produksi kakap
putih tambak monokultur 97,33±6.60 kg dan tambak polikultur 101,77±5,35 kg,
kerang hijau 4,23±0,38 kg. Hasil uji t menunjukan bahwa produksi kedua tambak
tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil regresi linier kakap putih tambak monokultur
memilliki nilai korelasi (r) 0,703 dan regresi (R2) 0,494, sedangkan tambak
polikultur memiliki nilai (r) 0,998 dan (R2) 0,9955, kerang hijau (r) 0,757 dan (R2)
0,5732. Pada tambak monokultur bahan organik berkisar 6,53 – 15,62 % dan redoks
potensial berkisar -221,6 – 285 mV. Sedangkan tambak polikultur bahan organik
organik berkisar 7,27 – 17,21 % dan redoks potensial berkisar -120,1 – 149,6 mV.
Hasil uji t menunjukan bahwa kualitas sedimen kedua tambak tidak berbeda nyata
(P>0,05). Hasil regresi linier redoks potensial tambak monokultur memiliki nilai (r)
0,984 dan (R2) 0,9988, sedangkan tambak polikultur (r) 0,813 dan (R2) 0,659.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sedimen, bahan organik, redoks potensial, kakap putih, kerang hijau |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 03:54 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 03:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60836 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
