RAMADHAN, GENTA ATRAS (2024) KAJIAN PRODUKSI DAN FINANSIAL BUDIDAYA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) SECARA MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN KERANG HIJAU (Perna viridis) DI TAMBAK SCIENCE TECHNO PARK, JEPARA (24da807). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Genta Atras Ramadhan 24da807 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kakap Putih merupakan komoditas unggulan budidaya air laut Indonesia
karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Selama ini budidaya kakap putih
masih banyak dilakukan dengan sistem monokultur. Sehingga, teknik budidaya
polikultur dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi dan finansial
sehingga dapat meningkatkan efisiensi budidaya. Sehingga dapat menjadi pakan
tambahan untuk spesies lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil
produksi dan finansial kakap putih secara monokultur dan polikultur dengan kerang
hijau. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari 2024 – April 2024 yang
berlokasi di Science Techno Park (STP) Jepara, Jawa Tengah. Penelitian ini
merupakan eksperimental dengan menggunakan teknik pengumpulan data
observasi langsung untuk mendapatkan data aspek teknis produksi serta aspek
finansial usaha tambak. Data Specific Growth Rate (SGR) dari perlakuan
monokultur dan polikultur diolah menggunakan metode independent t-test.
Berdasarkan analisis data didapat nilai signifikansi (2-tailed) 0,013 < 0,05 dimana
SGR antara perlakuan monokultur kakap putih dan polikultur memiliki perbedaan
yang signifikan. Hasil produksi yang didapat petak polikultur lebih tinggi dengan
nilai 244,68 kg dibandingkan hasil produksi petak monokultur yaitu 163,01 kg.
Nilai SGR rata – rata petak monokultur yaitu 1,74±0,15%/hari sedangkan nilai SGR
dari petak polikultur lebih tinggi dengan 2,17±0,10%/hari. Nilai kelangsungan
hidup yang didapat untuk petak monokultur adalah 76,89±3,10% dan petak
polikultur lebih tinggi dengan 92,11±2,22%. Hasil analisis finansial menunjukkan
nilai Keuntungan budidaya polikultur kakap putih dengan kerang hijau lebih tinggi
Rp. 4.650.250,- dibandingkan dengan budidaya kakap putih secara monokultur.
Nilai R/C ratio budidaya polikultur kakap putih dengan kerang hijau memiliki rasio
lebih tinggi 0,85 atau 28,14% dibandingkan dengan budidaya kakap putih secara
monokultur. Nilai B/C Ratio budidaya polikultur kakap putih dengan kerang hijau
memiliki rasio lebih tinggi 0,85 atau 42,05% dibandingkan dengan budidaya kakap
putih secara monokultur. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunan
metode budidaya polikultur kakap putih dengan kerang hijau dapat meningkatkan
produktivitas dan efisiensi usaha budidaya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kakap Putih, Polikultur, Kerang Hijau, Produksi, dan Finansial. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 02:24 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 02:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60818 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
