Search for collections on Undip Repository

RESISTENSI BAKTERI Vibrio spp. TERHADAP ANTIBIOTIK TETRASIKLIN DAN SULFADIAZIN DARI MEDIA PEMELIHARAAN HATCHERY UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI DSTP JEPARA (24da772)

MAULANA, IQBAL (2024) RESISTENSI BAKTERI Vibrio spp. TERHADAP ANTIBIOTIK TETRASIKLIN DAN SULFADIAZIN DARI MEDIA PEMELIHARAAN HATCHERY UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI DSTP JEPARA (24da772). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Iqbal Maulana 24da772 FULL.pdf] Text
Iqbal Maulana 24da772 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan prospek ekspor yang
menjanjikan. Namun, pembenihan udang vaname sering menghadapi kendala
penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri Vibrio sp. merupakan patogen
oportunis yang menyebabkan penyakit vibriosis dan berpotensi mengakibatkan
mortalitas 100% pada benih udang vaname. Penanganan vibriosis umumnya
dilakukan dengan pemberian antibiotik, seperti tetrasiklin dan sulfadiazin. Namun,
penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri
terhadap antibiotik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan
mengkarakterisasi fisiologis serta biokimia spesies koloni bakteri Vibrio sp., serta
mengkaji tingkat resistensi bakteri Vibrio sp. terhadap tetrasiklin dan sulfadiazin
dari media pemeliharaan hatchery udang vaname. Metode yang digunakan adalah
eksploratif konfirmatori untuk analisis kadar resistensi antibiotik dan identifikasi
spesies bakteri Vibrio sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kelimpahan
bakteri Vibrio spp. di hatchery udang vaname mencapai 1,59 x 103 CFU/ml,
sedangkan rerata kelimpahan total bakteri yaitu 5,7 x 1015 CFU/mL. Tujuh isolat
bakteri teridentifikasi sebagai genus Vibrio sp., antara lain V. alginolyticus, V.
anguillarum, V. fluvialis, dan V. metschnikovii. Hasil analisis uji resistensi Vibrio
spp. terhadap antibiotik tetrasiklin menunjukkan resistensi pada dosis 60 ppm, 100
ppm, 200 ppm, 300 ppm, namun pada dosis 400 ppm hanya V. alginolyticus dan V.
metschnikovii yang tidak resisten terhadap tetrasiklin, sedangkan uji resistensi
Vibrio spp. terhadap antibiotik sulfadiazin menunjukkan hasil yang resisten pada
seluruh dosis yang digunakan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: antibiotik, hatchery, resistensi, udang vaname, vibrio sp.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:34
Last Modified: 09 Sep 2026 02:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60719

Actions (login required)

View Item View Item