Badriyah, Badriyah (2026) EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT ASAL SIRIH MERAH SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI ANTRAKNOSA (Colletrotichum acutatum) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER-BAB III_BADRIYAH_23020222130047.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV-DAFPUS_BADRIYAH_23020222130047.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (676kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-BIODATA_BADRIYAH_23020222130047.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
BADRIYAH. 23020222130047. Eksplorasi Bakteri Endofit Asal Sirih Merah sebagai Agens Pengendali Hayati Antraknosa (Colletrotichum acutatum) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.). (Pembimbing : DIAN SAFITRI dan ENY FUSKHAH).
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, seleksi, dan identifikasi bakteri endofit, serta aplikasi bakteri endofit asal daun sirih merah sebagai agens hayati dalam mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum pada tanaman cabai merah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni 2025 – April 2026. Penelitian telah dilaksanakan di Screenhouse dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.
Rancangan penelitian yang dilakukan yaitu monofaktor dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (SM 1), P2 (SM 2), P3 (SM 3), P4 (SM 4), P5 (Fungisida propineb 70%). Parameter pengamatan yang diamati meliputi parameter pengamatan pada tahap eksplorasi seleksi dan identifikasi yaitu uji kemampuan bakteri endofit menghambat pertumbuhan antraknosa pada media PDA dan uji kemampuan bakteri endofit menghambat pertumbuhan antraknosa secara pada buah cabai. Sedangkan parameter pada tahap aplikasi bakteri endofit pada tanaman cabai meliputi masa inkubasi patogen, insidensi penyakit, intensitas penyakit, AUDPC (Area Under The Disease Progres Curve), laju infeksi penyakit, tinggi tanaman, dan jumlah buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh empat isolat bakteri endofit hasil seleksi yang digunakan sebagai agens hayati, yaitu SM1, SM2, SM3, dan SM4. Pengujian antagonis dan Vo latil Compound menunjukkan bahwa isolat SM2 memiliki daya hambat tertinggi terhadap C. acutatum. Pada aplikasi bakteri endofit di tanaman cabai merah perlakuan SM 2 memberikan hasil masa inkubasi terlama, insidensi dan intensitas terendah, serta nilai AUDPC terendah, dengan kategori moderat. Selain itu, perlakuan SM2 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (83 cm), sedangkan jumlah buah terbanyak diperoleh pada perlakuan SM1 dengan rata-rata 11 buah per tanaman.
Simpulan penelitian ini adalah terdapat 22 bakteri endofit asal daun sirih merah. 4 bakteri endofit yaitu diberi kode SM2, SM2, SM3, dan SM4 berpotensi digunakan sebagai agens hayati untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah. Isolat SM2 dan SM 3 merupakan isolat paling efektif dalam menekan perkembangan penyakit antraknosa sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman cabai merah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 02:40 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 02:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
