Hadi, Nisa Ayu Thayalisha and Maharani, Nani and Sihombing, Nydia Rena Benita (2026) PTPN11 and SOS1 Gene Analysis in Indonesian Noonan syndrome Patients with Cardiovascular Abnormalities. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-TESIS)
NISA AYU THAYALISHA HADI-22010123410005-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (99kB) |
Abstract
Pendahuluan: Sindrom Noonan (SN) adalah kelainan autosomal dominan yang ditandai dengan beragam gejala dan gambaran klinis, termasuk perawakan pendek, penyakit jantung bawaan (PJB), dan ciri-ciri wajah yang khas. Variasi patogenik pada gen PTPN11 merupakan penyebab utama SN.
Tujuan: mengidentifikasi varian patogenik pada gen PTPN11 dan SOS1 serta fenotipe pada pasien sindrom Noonan di Indonesia yang mengalami kelainan kardiovaskular
Metode: Penelitian ini melibatkan 29 pasien dengan gejala klinis SN. Data klinis dan ekokardiografi yang terperinci telah dikumpulkan. DNA genomik diekstraksi dari sampel darah tepi. Dilakukan sekuensing eksom atau PCR yang dilanjutkan dengan sekuensing DNA Sanger. Patogenisitas varian dievaluasi menggunakan basis data ClinVar, sedangkan varian baru dianalisis secara in silico menggunakan PolyPhen, Rare Exome Variant Ensemble Learner (REVEL), SIFT, FATHMM Pred, dan MutationTaster.
Hasil: Dari 29 pasien yang dilakukan pemeriksaan sekuensing, didapatkan 18 pasien dengan varian patogenik pada gen PTPN11. Temuan klinis dari 18 pasien tersebut menunjukkan ciri kraniofasial khas SN, termasuk low-posteriorly rotated ear (83,3%), mikrosefali, downslanted palpebral fissures, serta short-webbed neck pada 50% pasien, hipertelorisme dan depressed nasal bridge pada 44,4%. Variabilitas klinis lainnya meliputi kelainan jantung kongenital (83,3%), deformitas toraks dan muskuloskeletal (77,8%), perawakan pendek (72,2%), dan disabilitas intelektual (50%). Sebuah varian baru pada ekson 3 gen PTPN11 ditemukan pada satu pasien: c.140G>A (p.Arg47Lys), yang diprediksi sebagai novel varian. Varian pada ekson 8, c.907G>A (p.Asp303Asn), ditemukan pada 11 pasien. Varian ini belum terdaftar di basis data ClinVar; namun, varian ini dilaporkan dalam sebuah laporan kasus dan diprediksi sebagai varian yang kemungkinan merugikan. Satu pasien memiliki varian c.184T>G (p.Tyr62Asp), 1 pasien memiliki c.854T>C (p.Phe285Ser), 1 pasien memiliki varian c.922A>G (p.Asn308Asp), 2 pasien memiliki c.1510A>G (p.Met504Val), dan 1 pasien memiliki c.1517A>C (p.Gln506Pro), varian-varian tersebut telah dilaporkan sebelumnya.
Conclusion: Pasien sindrom Noonan dengan varian gen PTPN11 menunjukkan berbagai gejala klinis. Kesadaran para dokter untuk mencurigai adanya sindrom Noonan sangat penting bagi diagnosis dini, terutama pada anak-anak dengan postur tubuh pendek, disabilitas intelektual, dan kelainan jantung bawaan yang memiliki dismorfisme wajah khas pada segala usia.
Keywords: PTPN11; SOS1; Noonan syndrome; clinical variability; short stature; intellectual disability; congenital heart disease
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PTPN11; SOS1; Noonan syndrome; clinical variability; short stature; intellectual disability; congenital heart disease |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Doctor Program in Biomedical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 04:35 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 04:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
