Search for collections on Undip Repository

WACANA HETERONORMATIVITAS DALAM PEMBAGIAN PERAN DI RANAH DOMESTIK DAN PUBLIK PADA HUBUNGAN LAKI-LAKI GAY (Studi Kasus Anggota Komunitas Gaya Semarang)

PURNOMO, CRISTIAN ARJUN (2026) WACANA HETERONORMATIVITAS DALAM PEMBAGIAN PERAN DI RANAH DOMESTIK DAN PUBLIK PADA HUBUNGAN LAKI-LAKI GAY (Studi Kasus Anggota Komunitas Gaya Semarang). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_1.pdf] Text
SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_2.pdf] Text
SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_3.pdf] Text
SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_3.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_4.pdf] Text
SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK_4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK.pdf] Text
SA662 CRISTIAN ARJUN PURNOMO_13040222120018 OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulik mekanisme pembagian peran dalam
hubungan laki-laki homoseksual ketika melakukan aktivitas seksual dan sosial.
Proses pembagian beban kerja ketika tengah berhubungan dengan pasangan dalam
konteks relasi laki-laki homoseksual, ternyata tidak terlepas dari pengaruh wacana
heteronormatif yang mengklasifikasikan manusia menjadi 2 kubu dengan tiap
posisi tergenderkan, yakni maskulin dan feminin. Keberadaan dua identitas dalam
hubungan gay yakni top sebagai pihak yang melakukan dominan sedangkan bottom
menjadi pihak submisif, diharapkan mampu merajut harmoni satu sama lain ketika
tengah melaksanakan aktivitas seksual sekaligus sosial sebagai bentuk erotisasi
pengalaman ketubuhan mereka. Seksualitas mereka yang berbeda dari ekspektasi
wacana heteronormatif tidak menjadi jaminan bagi mereka untuk terlepas dari
aturan sistem dominan tersebut bahkan ketika mengekspresikan rasa cinta terhadap
satu sama lain. Terlebih lagi Kota Semarang yang masih kental akan nilai-nilai
heteronormatif, menyebabkan laki-laki homoseksual memanifestasikan
pengalaman ketubuhan mereka dengan berbagai cara agar tidak terlalu melekat
dengan konfigurasi wacana dominan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif
dan metode studi kasus sekaligus etnografi yang bercirikan observasi partisipan,
maka penelitian ini hendak menyoroti upaya laki-laki homoseksual dalam meresapi
pembagian peran seksual, hingga sejauh mana batas-batas dari wacana dominan
dinegosiasikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan informan dari anggota
Komunitas Gaya Semarang, mengingat komunitas tersebut berperan aktif sebagai
wadah bagi laki-laki homoseksual di Kota Semarang dalam berjejaring.
Pereduksian pengalaman ketubuhan laki-laki gay menjadi dua kubu, dominan dan
submisif, ternyata tidak serta-merta diimplementasikan oleh setiap pasangan.
Terdapat pola tertentu yang dijalani untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong
sebagai media adaptasi bahkan resistensi sehingga muncul identitas ketiga seperti
versatile, perlambang keautentikan laki-laki gay dalam menceritakan kembali
pengalaman ketubuhannya sendiri.
Kata kunci: laki-laki, gay, homoseksual, wacana, heteronormatif, hubungan,
maskulin, feminin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: laki-laki, gay, homoseksual, wacana, heteronormatif, hubungan, maskulin, feminin.
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Mr Dwi Widaryanto FIB
Date Deposited: 04 Sep 2026 04:13
Last Modified: 04 Sep 2026 04:13
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60507

Actions (login required)

View Item View Item