Safitri, Meliana (2026) STRATEGI EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI RUANG PUBLIK TAMAN SERIBU LAMPU KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA688 Meliana Safitri 13040222140136 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA688 Meliana Safitri 13040222140136 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA688 Meliana Safitri 13040222140136 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA688 Meliana Safitri 13040222140136 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA688 Meliana Safitri 13040222140136 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Taman Seribu Lampu merupakan salah satu taman tematik yang dikhususkan untuk
pemenuhan ruang terbuka hijau di Kabupaten Blora. Selain menjadi tempat publik
yang terbuka untuk masyarakat umum, nyatanya para pedagang kaki lima sekitar
memanfaatkannya untuk tempat mencari sumber pendapatan. Pedagang kaki lima
yang berjualan di ruang publik sering berada dalam posisi yang secara hukum rapuh
namun secara sosial ekonomi tidak bisa diabaikan. Pedagang kaki lima yang
menggantungkan hidupnya di Taman Seribu Lampu dan ditengah ketidakpastian
regulasi maupun keterbatasan akses pada sistem ekonomi formal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi strategi ekonomi pedagang kaki lima dalam
memanfaatkan ruang publik Taman Seribu Lampu dan memahami bagaimana
pedagang kaki lima menegosiasikan posisi di segala keterbatasan. Penelitian ini
menggunakan metode etnografi dengan memakai kerangka teori sektor informal
Keith hart. Pemilihan informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan
teknik snowball sampling pada tahap berbeda. Informan penelitian terdiri dari
Anggota Satpol PP, sekretaris paguyuban pedagang, dan pedagang kaki lima yang
aktif berjualan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama,
pedagang kaki lima di Taman Seribu Lampu membangun strategi ekonomi adaptif
sebagai bentuk jawaban atas ketidakpastian meliputi variasi lokasi berjualan,
keterlibatan keluarga, pemanfaatan kredit informal, dan pengembangan variasi
produk jualan. Kedua, paguyuban di Taman Seribu lampu lebih mencerminkan
karakter patembayan karena sifatnya situasional. Paguyuban hadir sebagai
perwakilan kolektif ketika pedagang kaki lima berhadapan dengan otoritas dalam
mempertahankan akses ruang, namun kurang menjalankan fungsi perlindungan
pada level individu. Penelitian ini mencoba memperlihatkan bahwa informalitas
bukan hanya kondisi ekonomi yang pasif, melainkan kondisi hidup yang terus
dinegosiasikan melalui strategi, jaringan, dan identitas oleh mereka.
Kata Kunci: Pedagang kaki lima. Sektor Informal. Ekonomi. Ruang publik. Taman
Kota
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pedagang kaki lima. Sektor Informal. Ekonomi. Ruang publik. Taman Kota |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:34 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60444 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
