Search for collections on Undip Repository

PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU LEKANG (Lepidochelyis oliviceae) PADA SARANG ALAMI DAN SEMI ALAMI SERTA KUALITAS TUKIK YANG DITETASKANNYA DI TURTLE CONSERVATION COMMUNITY (TCC), LOMBOK (24dik749)

KHETRIN, ENJELIN (2024) PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU LEKANG (Lepidochelyis oliviceae) PADA SARANG ALAMI DAN SEMI ALAMI SERTA KUALITAS TUKIK YANG DITETASKANNYA DI TURTLE CONSERVATION COMMUNITY (TCC), LOMBOK (24dik749). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Enjelin Khetrin 24dik749 FULL.pdf] Text
Enjelin Khetrin 24dik749 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penyu adalah hewan reptil laut yang dilindungi secara internasional dan
nasional. Salah satu species penyu yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Penyu
Lekang atau Lepidochelys oliviceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
persentase keberhasilan penetasan telur penyu pada sarang semi alami dan sarang
alami pada TCC (Turtle Conservation Community), Lombok, mengetahui
karakteristik fisika sarang alami dan semi alami telur penyu, dan mengetahui
kualitas tukik yang dihasilkan pada sarang alami dan semi alami. Metode penelitian
yang digunakan adalah dengan metode deksriptif eksplorasi, meliputi penentuan
lokasi dengan purposive sampling, pengambilan data ukuran induk Penyu Lekang,
jumlah telur, kedalaman dan diameter sarang telur penyu, kemiringan pantai, suhu
sarang, butiran substrat, vegetasi pantai, ancaman bagi telur penyu, dan kualitas
lokomotor tukik. Hasil penelitian menunjukkan, persentase keberhasilan pada
sarang semi alami memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan pada sarang
alaminya yaitu 71.99%. Rata-rata suhu kedua sarang sekitar 28oC – 29oC, suhu
tersebut masih optimal bagi sarang telur penyu. Jenis butiran yang berada pada 2
jenis sarang juga tergolong halus. Kemiringan pantai juga masih tergolong landai.
Faktor-faktor suhu, kemiringan pantai, lebar pantai, kedalaman, jenis butiran,
vegetasi, dan predator menjadi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
keberhasilan penetasan telur Penyu Lekang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan
lokasi sarang menjadi salah satu pengaruh keberhasilan penetasan telur penyu.
Lokasi sarang alami yang berada diluar bangunan konservasi lebih sering terpapar
sinar matahari dibandingkan dengan sarang semi alami. Sarang alami lebih rawan
terkena pasang air laut sedangkan sarang semi alami lebih aman karena berada di
dalam bangunan konservasi. Jenis butiran yang ditemukan pada kedua sarang masih
tergolong baik untuk penetasan telur Penyu Lekang ataupun penyu lainnya.
Berdasarkan hasil kualitas tukik yang diuji menunjukkan bahwa kualitas tukik yang
dihasilkan pada sarang alami memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan pada
sarang semi alami. Kurangnya kualitas tukik yang dihasilkan oleh sarang semi
alami dapat dipengaruhi oleh kebersihan sarang. Sisa-sisa telur pada sarang semi
alami yang ditemukan dapat menjadi pengaruh kurangnya kualitas tukik yang
dihasilkan pada sarang semi alami.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penyu; Penyu Lekang; Persentase Keberhasilan; Sarang Alami; Sarang Semi Alami; Persentase Penetasan Telur Penyu; Lokomotor Tukik
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 31 Aug 2026 07:19
Last Modified: 31 Aug 2026 07:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60272

Actions (login required)

View Item View Item