Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PERENDAMAN HORMON TIROKSIN (T4) TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN KECERAHAN WARNA LARVA IKAN PELANGI (Melanotaenia praecox) (24da733)

GIRI PANGESTI, CHATARINA KINANTHI (2024) PENGARUH PERENDAMAN HORMON TIROKSIN (T4) TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN KECERAHAN WARNA LARVA IKAN PELANGI (Melanotaenia praecox) (24da733). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of chatarina kinanthi 24da733 FULL.pdf] Text
chatarina kinanthi 24da733 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Ikan pelangi (Melanotaenia praecox) merupakan salah satu komoditas ikan hias
air tawar di Indonesia yang banyak diminati karena warna tubuhnya yang menarik.
Warna tubuh dari ikan pelangi dapat dilihat ketika ikan mencapai usia kurang lebih 3
bulan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para penghobi ikan hias dan
pembudidaya ikan pelangi adalah lamanya laju pertumbuhan ikan sehingga berdampak
pada cost atau biaya pengeluaran selama budidaya. Salah satu cara untuk mempercepat
pertumbuhan ikan pelangi adalah dengan menggunakan hormon, salah satunya
hormon tiroksin. Hormon tiroksin berperan dalam mengatur metabolisme sel dalam
tubuh, mengatur suhu tubuh serta mengatur pemanfaatan oksigen. Perannya dalam
mengatur metabolisme tubuh sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan
pertumbuhan ikan, termasuk ikan hias. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh perendaman hormon tiroksin terhadap kelangsungan hidup dan
pertumbuhan larva ikan pelangi dan menentukan dosis hormon tiroksin yang
memberikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan pelangi tertinggi.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap
(RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan perendaman tiroksin yang dilakukan
yaitu A (dosis hormon 0 mg/L), B (dosis hormon 0,05 mg/L), C (dosis hormon 0,10
mg/L) dan D (dosis hormon 0,15 mg/L). Data yang diamati meliputi kelulushidupan
(SR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutklak, laju pertumbuhan
spesifik (SGR) dan analisis nilai warna red, green, blue (RGB). Penelitian ini
dilaksanakan pada tanggal 2 April hingga 21 Mei 2024 dengan ikan uji yaitu larva ikan
pelangi usia 7 hari. Larva pelangi dipelihara selama 45 hari dengan kepadatan 50
ekor/wadah, dengan volume air 5 liter per wadah dan jumlah wadah sebanyak 16. Hasil
penelitian menunjukkan perendaman hormon tiroksin dengan dosis yang berbeda
berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap SR, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan
panjang mutlak dan SGR, namun tidak berpengaruh nyata pada nilai warna red, green,
blue (RGB) (P>0,05). Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan dosis
0,10 mg/L senilai 1,17 ± 0,01% per hari dengan nilai SR senilai 85,33 ± 0,05%.
Kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan kisaran yang layak bagi ikan
pelangi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: dosis, hormon tiroksin, kelangsungan hidup, perendaman, pertumbuhan.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 31 Aug 2026 03:53
Last Modified: 31 Aug 2026 03:53
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60241

Actions (login required)

View Item View Item