Search for collections on Undip Repository

PENGELOLAAN AIR TERPADU PADA BANGUNAN GEDUNG HOTEL DAN APARTEMEN UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI AIR BERKELANJUTAN DI KOTA SEMARANG

SYAHPUTRA, Benny and Kiono, Berkah Fajar Tamtomo and Sudarno, Sudarno (2026) PENGELOLAAN AIR TERPADU PADA BANGUNAN GEDUNG HOTEL DAN APARTEMEN UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI AIR BERKELANJUTAN DI KOTA SEMARANG. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of Cover aja.pdf] Text
Cover aja.pdf

Download (280kB)
[thumbnail of Bab 0 Cover-Abstrak.pdf] Text
Bab 0 Cover-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (819kB)
[thumbnail of Bab 0 Ringkasan.pdf] Text
Bab 0 Ringkasan.pdf

Download (382kB)
[thumbnail of Bab 1 Pendahuluan.pdf] Text
Bab 1 Pendahuluan.pdf

Download (372kB)
[thumbnail of Bab 2 Tinjauan Pustaka.pdf] Text
Bab 2 Tinjauan Pustaka.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 3 Kerangka Teori dan Kerangka Konsep.pdf] Text
Bab 3 Kerangka Teori dan Kerangka Konsep.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (372kB)
[thumbnail of Bab 4 Metode Penelitian.pdf] Text
Bab 4 Metode Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 5 Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf] Text
Bab 5 Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[thumbnail of Bab 6 Kesimpulan dan Saran.pdf] Text
Bab 6 Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (332kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (402kB)

Abstract

Pengelolaan air pada bangunan hotel dan apartemen di Kota Semarang masih didominasi oleh pemanfaatan air Perumda dan air tanah (deep well), sementara pemanfaatan sumber air alternatif belum dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya konsumsi air bersih dan rendahnya tingkat konservasi air pada bangunan gedung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengelolaan air sebelum dilakukan pengelolaan air terpadu pada bangunan hotel dan apartemen di Kota Semarang; (2) menganalisis pengelolaan air setelah dilakukan pengelolaan air terpadu; (3) menganalisis penghematan air dan biaya setelah dilakukan pengelolaan air terpadu; (4) menganalisis konservasi air setelah dilakukan pengelolaan air terpadu; dan (5) menganalisis hubungan variabel komponen pengelolaan air terpadu dengan persentase penghematan air.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek penelitian 7 hotel dan 3 apartemen di Kota Semarang. Analisis dilakukan melalui perhitungan kebutuhan air, neraca air (water balance), penerapan pengelolaan air terpadu melalui pemanenan air hujan (rainwater harvesting), penggunaan peralatan plambing hemat air, pemanfaatan kembali air limbah domestik (gray water recycling), dan air kondensat AC, serta analisis statistik menggunakan korelasi dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pengelolaan air terpadu, seluruh bangunan masih bergantung pada air Perumda dan air tanah dengan kebutuhan air berkisar 30,807–204,164 m³/hari. Setelah diterapkan pengelolaan air terpadu, penggunaan air tanah dapat dikurangi sebesar 100% pada seluruh bangunan penelitian. Rata-rata penghematan air mencapai 80,40% pada hari hujan dan 60,20% pada hari kering, dengan penghematan tertinggi mencapai ≈100% pada hari hujan dan 84,8% pada hari kering. Konservasi air termasuk kategori tinggi hingga sangat tinggi, didukung oleh kontribusi air hujan, air daur ulang, dan air kondensat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang kuat dengan nilai determinasi (R²) sebesar 91,9% pada hari hujan dan 84,9% pada hari kering. Pada hari hujan, penghematan air dipengaruhi oleh pemanfaatan air hujan dengan koefisien regresi 0,458, sedangkan pada hari kering dipengaruhi oleh air kondensat dengan koefisien regresi 11,057.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan air terpadu pada bangunan hotel dan apartemen efektif meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, menurunkan biaya operasional air, serta mendukung konservasi air berkelanjutan di Kota Semarang. Oleh karena itu, penerapan pengelolaan air terpadu direkomendasikan pada bangunan hotel dan apartemen sebagai strategi konservasi air perkotaan.
Kata kunci: pengelolaan air terpadu, konservasi air, rainwater harvesting, gray water recycling, hotel, apartemen, Kota Semarang

Water management in hotel and apartment buildings in Semarang City is still predominantly dependent on municipal water supply (Perumda Air Minum) and groundwater (deep well), while the utilization of alternative water sources has not been optimally implemented. This condition leads to high clean water consumption and a low level of water conservation in buildings. This study aims to: (1) analyze water management before the implementation of integrated water management in hotel and apartment buildings in Semarang City; (2) analyze water management after the implementation of integrated water management; (3) analyze water and cost savings after the implementation of integrated water management; (4) analyze water conservation after the implementation of integrated water management; and (5) analyze the relationship between integrated water management component variables and the percentage of water savings.
This study employed a quantitative approach with research objects consisting of seven hotels and three apartment buildings in Semarang City. The analysis was conducted through water demand calculations, water balance assessment, and the implementation of integrated water management strategies, including rainwater harvesting, water-saving plumbing fixtures, gray water recycling, and air conditioner condensate water utilization. Statistical analyses were performed using correlation and multiple linear regression methods.
The results indicate that before the implementation of integrated water management, all buildings were highly dependent on municipal water and groundwater, with water demand ranging from 30.807 to 204.164 m³/day. After the implementation of integrated water management, groundwater use was reduced by 100% in all research buildings. The average water savings reached 80.40% during rainy days and 60.20% during dry days, with the highest savings reaching approximately 100% during rainy days and 84.8% during dry days. The level of water conservation was categorized as high to very high, supported by the contribution of rainwater, recycled water, and air conditioner condensate. Statistical analysis revealed that the model demonstrated strong explanatory power, with coefficients of determination (R²) of 91.9% during rainy days and 84.9% during dry days. During rainy days, water savings were primarily influenced by rainwater utilization with a regression coefficient of 0.458, whereas during dry days, condensate water had the strongest influence with a regression coefficient of 11.057.
This study concludes that integrated water management in hotel and apartment buildings effectively improves water-use efficiency, reduces dependence on groundwater, lowers water operational costs, and supports sustainable water conservation in Semarang City. Therefore, the implementation of integrated water management is recommended for hotel and apartment buildings as an urban water conservation strategy.
Keywords: integrated water management, water conservation, rainwater harvesting, gray water recycling, hotel, apartment, Semarang City

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: pengelolaan air terpadu, konservasi air, rainwater harvesting, gray water recycling, hotel, apartemen, Kota Semarang
Subjects: Engineering
Divisions: Postgraduate Program > Doctor Program in Environmental Science
Depositing User: ekana listianawati
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:39
Last Modified: 28 Aug 2026 08:39
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60189

Actions (login required)

View Item View Item