Search for collections on Undip Repository

PEMETAAN EKOSISTEM PADANG LAMUN MENGGUNAKAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DAN SENTINEL-2A DI PANTAI BANDENGAN, KABUPATEN JEPARA (26dsa534)

NI’AM, AHMAD MAZIDUN (2026) PEMETAAN EKOSISTEM PADANG LAMUN MENGGUNAKAN UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) DAN SENTINEL-2A DI PANTAI BANDENGAN, KABUPATEN JEPARA (26dsa534). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ahmad Mazidun Ni'am 26dsa534.pdf] Text
Ahmad Mazidun Ni'am 26dsa534.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang
memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta
menyediakan habitat bagi berbagai biota. Pemantauan luasan dan kondisi padang
lamun diperlukan untuk mengetahui kondisi ekosistem secara spasial maupun
ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan ekosistem padang lamun
dan sebaran jenis lamun menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV),
mengetahui luasan habitat bentik menggunakan citra Sentinel-2A, serta mengetahui
kerapatan, penutupan, dan struktur komunitas lamun di Pantai Bandengan,
Kabupaten Jepara. Pemetaan habitat bentik dilakukan menggunakan algoritma
Random Forest dengan data pelatihan dan validasi yang diperoleh dari data
lapangan dan interpretasi citra. Cakupan wilayah pemetaan menggunakan UAV
adalah 3,5 ha, sedangkan Sentinel-2A mencakup wilayah yang lebih luas, yaitu 11,1
ha. Hasil klasifikasi habitat bentik menggunakan UAV menghasilkan empat kelas,
yaitu lamun seluas 4.780,02 m², substrat pasir 11.619,69 m², hard substrate
1.715,89 m², dan makroalga 73,53 m², dengan Overall Accuracy sebesar 94,44%
dan Kappa Coefficient sebesar 90,87%. Sementara itu, klasifikasi menggunakan
Sentinel-2A menghasilkan kelas lamun seluas 30.695,55 m², substrat pasir
52.986,93 m², koral dan batuan 27.734,18 m², serta makroalga 493,49 m², dengan
Overall Accuracy sebesar 88,89% dan Kappa Coefficient sebesar 80,11%. Sebaran
spesies lamun yang diidentifikasi menggunakan UAV terdiri atas Thalassia
hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, dan Enhalus acoroides. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa UAV memiliki cakupan wilayah yang lebih terbatas
tetapi mampu menghasilkan informasi dengan detail spasial dan akurasi klasifikasi
yang lebih tinggi, sedangkan Sentinel-2A memiliki cakupan wilayah yang lebih luas
sehingga lebih sesuai untuk pemantauan habitat bentik pada skala yang lebih luas.
Penggunaan kedua metode tersebut dapat saling melengkapi dalam pemetaan dan
pemantauan ekosistem padang lamun.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Habitat bentik, Lamun, Pantai Bandengan, Sentinel-2A, Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 28 Aug 2026 06:31
Last Modified: 28 Aug 2026 06:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60164

Actions (login required)

View Item View Item