Search for collections on Undip Repository

PENGARUH KEDALAMAN SARANG SEMI-ALAMI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas Linnaeus, 1758) DI UPTD KPSDKP PARIAMAN, SUMATRA BARAT (26dik533)

ZAHRA, QONITAH AZ (2026) PENGARUH KEDALAMAN SARANG SEMI-ALAMI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas Linnaeus, 1758) DI UPTD KPSDKP PARIAMAN, SUMATRA BARAT (26dik533). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Qonitah Az Zahra 26dik533.pdf] Text
Qonitah Az Zahra 26dik533.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penyu hijau (Chelonia mydas) merupakan salah satu spesies penyu yang
dilindungi di Indonesia. Meskipun menurut IUCN penyu hijau sekarang mengalami
peningkatan populasi secara global, namun beberapa subpopulasi masih mengalami
penurunan. Penurunan populasi penyu di alam disebabkan oleh berbagai faktor,
antara lain pencemaran laut, keberadaan predator, perburuan telur, reklamasi pantai,
serta perubahan fungsi habitat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi
salah satunya melalui penetasan telur dengan sistem semi-alami. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman sarang semi-alami terhadap
masa inkubasi, tingkat keberhasilan penetasan, dan tingkat keberhasilan
kemunculan tukik penyu hijau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2025
di UPTD KPSDKP Desa Apar, Pariaman, Sumatra Barat. Penelitian menggunakan
metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan
kedalaman (40 cm (Kontrol), 50 cm, dan 60 cm), masing-masing terdiri atas 3 kali
ulangan. Setiap sarang diisi dengan 11 butir telur dari induk penyu yang sama
sehingga total telur yang digunakan sebanyak 99 butir. Parameter yang diamati
meliputi masa inkubasi, persentase keberhasilan penetasan, persentase kemunculan,
serta parameter lingkungan (suhu, pH, dan kelembapan). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa masa inkubasi telur penyu hijau berkisar antara 59-64 hari.
Rata-rata keberhasilan penetasan tertinggi diperoleh pada kedalaman 60 cm
(90,91%), sedangkan persentase keberhasilan kemunculan tertinggi diperoleh pada
kedalaman 40 cm (K) sebesar 78,79%. Suhu rata-rata sarang berkisar antara 28,7
28,8°C, kelembapan 34,00–34,33%, dan pH substrat sebesar 7,0. Parameter
lingkungan pada seluruh perlakuan menunjukkan kondisi yang relatif seragam dan
berada dalam kisaran optimum untuk penetasan telur penyu hijau. Secara deskriptif,
sarang kedalaman 60 cm menunjukkan tingkat penetasan yang tinggi, tetapi
kedalaman 40 cm (K) menunjukkan hasil yang lebih baik untuk memaksimalkan
jumlah tukik yang muncul ke permukaan. Hasil uji statistik One-Way ANOVA
menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman sarang semi-alami tidak berpengaruh
signifikan terhadap masa inkubasi (p=0,434), keberhasilan penetasan (p=0,422),
maupun keberhasilan kemunculan tukik (p=0,471). Dengan demikian, kedalaman
sarang 40–60 cm pada kondisi penelitian ini sama-sama mampu mendukung proses
inkubasi dan penetasan telur penyu hijau.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penyu Hijau, Kedalaman Sarang, Penetasan, Kemunculan Tukik, Sarang Semi-Alami.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 28 Aug 2026 06:27
Last Modified: 28 Aug 2026 06:27
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60163

Actions (login required)

View Item View Item