FIRDAUSA, NORMA SALMA (2026) ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PASCA KASUS FRAUD E-FISHERY DI KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH (26da527). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Norma Salma Firdausa 26da527.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Usaha budidaya udang vaname di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
merupakan salah satu sektor perikanan budidaya dengan potensi ekonomi tinggi.
Banyak pembudidaya di wilayah ini yang memanfaatkan eFishery untuk
meningkatkan produktivitas. Namun, pada Januari 2025 terungkap kasus fraud
eFishery yang menimbulkan dampak luas terhadap ekosistem budidaya udang yang
bermitra dengan eFishery, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai
keberlanjutan usaha budidaya pasca kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan
menilai status keberlanjutan usaha budidaya udang vaname pasca kasus tersebut
berdasarkan lima dimensi keberlanjutan, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi,
dan kelembagaan, serta mengidentifikasi atribut sensitif terhadap keberlanjutan
tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kendal menggunakan metode
campuran dengan lima responden pembudidaya udang vaname yang dipilih secara
purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi lapangan, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi
pustaka. Data dianalisis menggunakan metode Rapid Appraisal for Fisheries
(RAPFISH) berbasis Multidimensional Scaling (MDS), dilengkapi analisis
leverage dan uji Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks
keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 84,18, ekonomi 83,01, dan sosial 83,90
sedangkan dimensi kelembagaan 71,34 dan teknologi 62,63. Usaha budidaya udang
vaname di Kabupaten Kendal tetap bertahan pasca kasus fraud eFishery, dengan
dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial berkategori sangat berkelanjutan. Dimensi
teknologi paling terdampak akibat terhentinya autofeeder eFishery yang memaksa
mayoritas pembudidaya kembali ke pakan manual, sedangkan dimensi
kelembagaan tertahan oleh respons pemerintah yang belum optimal. Analisis
leverage mengidentifikasi atribut yang paling mempengaruhi keberlanjutan usaha,
diantaranya frekuensi infeksi penyakit dan tingkat pencemaran pada dimensi
ekologi, biaya operasional pada dimensi ekonomi, persepsi masyarakat pada
dimensi sosial, manajemen pakan pada dimensi teknologi, serta respons pemerintah
pada dimensi kelembagaan. Hasil analisis keberlanjutan RAPFISH dinyatakan
valid, dengan rata-rata selisih 2,81% pada uji Monte Carlo.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | RAPFISH, leverage factor, mixed method |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:16 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60150 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
