Grace Saragih, Yemima (2026) Perancangan Gereja Berbasis Sensory Architecture di Kota Semarang. Undergraduate thesis, Undip.
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Cover.pdf - Submitted Version Download (303kB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Halaman Pengesahan.pdf - Submitted Version Download (462kB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Abstrak.pdf - Submitted Version Download (125kB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Bab 1.pdf - Submitted Version Download (157kB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Bab 2.pdf - Submitted Version Download (12MB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Bab 3.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text
Yemima Grace Saragih_ Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (135kB) |
Abstract
Perancangan bangunan gereja pada konteks perkotaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan penduduk, dinamika sosial, serta perubahan kebutuhan masyarakat. Gereja tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang ritual, tetapi juga sebagai ruang sosial dan kultural yang berperan dalam membangun komunitas serta pengalaman spiritual. Kota Semarang sebagai kota dengan jumlah penduduk yang besar dan beragam menunjukkan adanya kebutuhan signifikan terhadap fasilitas ibadah Kristen Protestan yang memadai secara kapasitas dan distribusi. Kecamatan Banyumanik merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan hunian dan
pendidikan yang pesat, sehingga mendorong peningkatan kebutuhan fasilitas ibadah yang terjangkau. Namun, keberadaan gereja eksisting di kawasan tersebut belum sepenuhnya
mampu memenuhi kebutuhan jemaat, baik dari segi kapasitas, distribusi, maupun kelengkapan fasilitas pendukung komunitas. Selain itu, pendekatan desain gereja yang masih berorientasi pada tata liturgi konvensional belum sepenuhnya memperhatikan
kualitas pengalaman ruang yang bersifat multisensori.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perancangan yang mampu mengintegrasikan aspek fungsional, pengalaman ruang, dan inklusivitas. Pendekatan sensory architecture diterapkan untuk menciptakan suasana ruang ibadah yang reflektif melalui pengolahan cahaya, material, akustik, dan atmosfer ruang. Selain itu, prinsip universal design digunakan untuk memastikan bahwa bangunan gereja dapat diakses dan digunakan oleh seluruh lapisan jemaat tanpa diskriminasi. Perancangan gereja di Banyumanik ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ruang ibadah secara kuantitatif, tetapi juga mampu menghadirkan kualitas ruang yang mendalam, inklusif, serta kontekstual terhadap perkembangan kawasan urban. KATA KUNCI: Gereja Protestan, Sensory Architecture, Universal Design, Ruang
Liturgis, Banyumanik, Semarang, Arsitektur Gereja, Ruang Komunitas, Pengalaman Ruang, Fasilitas Ibadah
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:21 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
