Search for collections on Undip Repository

Sistem Logam Transisi untuk Pemodelan Aktivitas Enzim: MoS2 sebagai Tiruan Fenoksazinon Sintase dan Cu(II)-Basa Schiff sebagai Inhibitor DNA Gyrase

Nugraha, Muhammad Yudha (2026) Sistem Logam Transisi untuk Pemodelan Aktivitas Enzim: MoS2 sebagai Tiruan Fenoksazinon Sintase dan Cu(II)-Basa Schiff sebagai Inhibitor DNA Gyrase. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 01. Cover.pdf] Text
01. Cover.pdf

Download (30kB)
[thumbnail of 03. Halaman Pengesahan.pdf] Text
03. Halaman Pengesahan.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of 05. Daftar Isi.pdf] Text
05. Daftar Isi.pdf

Download (91kB)
[thumbnail of 09. Abstrak.pdf] Text
09. Abstrak.pdf

Download (12kB)
[thumbnail of 10. Abstract.pdf] Text
10. Abstract.pdf

Download (66kB)
[thumbnail of 11. BAB I.pdf] Text
11. BAB I.pdf

Download (92kB)
[thumbnail of 16. Daftar Pustaka.pdf] Text
16. Daftar Pustaka.pdf

Download (208kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan memodelkan aktivitas enzim
menggunakan sistem logam transisi melalui rekayasa material molibdenum
disulfida (MoS2) sebagai tiruan fenoksazinon sintase dan sintesis senyawa
kompleks Cu(II)-basa Schiff sebagai inhibitor enzim DNA gyrase. MoS2 disintesis
melalui rute hidrotermal dan dikarakterisasi untuk menguji performa fotokatalitik
aerobik pada reaksi kopling oksidatif 2-aminofenol menjadi fenoksazinon di bawah
penyinaran cahaya tampak. Kompleks Cu(II) dengan ligan turunan 4-
aminoantipirin dan vanilin (Cu-OVAAP dan Cu-PVAAP) disintesis dan dievaluasi
afinitas pengikatannya melalui docking molekuler pada reseptor DNA gyrase serta
diuji aktivitas antibakterinya secara in vitro menggunakan metode difusi sumur
agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa cacat berupa kekosongan
sulfur pada struktur hierarkis MoS2 berhasil mempersempit celah pita energi
menjadi 1,59 eV dan meningkatkan luas permukaan spesifik menjadi 18,998 m2/g.
Hal ini memungkinkannya bertindak sebagai enzim tiruan dengan rendemen
fenoksazinon mencapai 80,75% dan stabilitas penggunaan ulang yang sangat baik.
Pada pemodelan inhibisi enzim, senyawa kompleks Cu(II) dengan geometri persegi
datar berhasil disintesis. Uji bioaktivitas dan docking molekuler mengungkap
bahwa kompleks Cu-PVAAP memiliki afinitas pengikatan yang lebih kuat (-8,8
kkal/mol terhadap Gyrase B E. coli) dan aktivitas antibakteri dua kali lipat lebih
besar terhadap E. coli dibandingkan Cu-OVAAP. Perbedaan performa ini divalidasi
sebagai akibat dari ketersediaan gugus hidroksi bebas pada Cu-PVAAP yang tidak
terkoordinasi pada pusat logam, yang memungkinkannya membentuk ikatan
hidrogen dengan residu asam amino pada situs aktif enzim seluler bakteri.
Kata Kunci: Pemodelan enzim, MoS2, fotokatalis, fenoksazinon, basa Schiff,
tembaga(II), inhibitor DNA gyrase.

(NO KETERSEDIAAN : 052/S2KIM/2026)

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 28 Aug 2026 02:09
Last Modified: 28 Aug 2026 02:09
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60124

Actions (login required)

View Item View Item