Nisa, Khoirun (2026) MENEMBUS BATAS KEGEMARAN MENJADI PANGURIPAN: STUDI KEBERTAHANAN LOMBA MERPATI KOLONG DESA BLIGO, PEKALONGAN. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA682 FINAL SKRIPSI_KHOIRUN NISA 13040222140119 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA682 FINAL SKRIPSI_KHOIRUN NISA 13040222140119 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA682 FINAL SKRIPSI_KHOIRUN NISA 13040222140119 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA682 FINAL SKRIPSI_KHOIRUN NISA 13040222140119 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA682 FINAL SKRIPSI_KHOIRUN NISA 13040222140119 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Lomba merpati menjadi salah satu kegiatan yang memiliki sejarah diberbagai
belahan dunia. Praktik tersebut terus berkembang perlahan dengan memasuki
berbagai wilayah dengan adanya penyesuaian. Perkembangan lomba merpati
terlihat masuk dalam wilayah Nusantara salah satunya di Desa Bligo, Pekalongan
masuk sekitar pada tahun 1990-an yang sebelumnya masyarakat sekitar memang
dimulai dari kesenangan terhadap merpati berpindah ke merpati rumahan hingga
beralih kepada lomba merpati kolong. Studi terdahulu lebih berfokus kepada lomba
balap merpati mengarah pada aspek negatif atau mengarah kepada perjudian
sehingga mengabaikan sisi resilience dalam sebuah praktik. Penelitian ini mengisi
kekosongan ruang akademis dengan menjelaskan dan menganalisis terkait dengan
faktor-faktor yang melandasi kebertahanan lomba merpati kolong dari sudut
pandang Antropologi Sosial. Melalui kerangka teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu,
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana lomba
merpati kolong di Bligo mampu mempertahankan dan menjaga keberlanjutan di
Tengah zaman yang sudah modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan etnografi. Dalam penentuan informan, peneliti mengguanakn
Teknik snowball sampling, dengan tujuan menemukan informan yang sesuai
dengan topik penelitian. Data lapangan yang didapat melalui wawancara
mendalam, observasi partisipan, hingga pembuatan catatan lapangan (fieldnotes).
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kebertahanan lomba merpati kolong terlihat
sebuah reproduksi sosial, dengan terbentuknya sebuah habitus yang mengakar pada
diri pemain dari sebuah pengalaman Panjang. Sebuah pola kebiasaan yang melekat
menjadi sebuah identitas para pemain hingga berkembang perlahan menjadi sebuah
aspek ekonomi yang dibutuhkan sebagian besar pemain yaitu joki. Aspek ekonomi
yang mengarah pada para joki yang memiliki hubungan kerja dengan bos sehingga
menjadi sebuah panguripan bagi sebagian besar pelaku praktik tersebut. Pada
akhirnya sebuah kebiasaan tersebut mempertemukan dalam arena sebagai ruang
fisik untuk berkompetisi antar pemain. Dalam arena terdapat beberapa aktor dengan
peran yang berbeda, dengan latar modal yang dibawa berbeda-beda. Arena menjadi
ruang pemain untuk memperlihatkan hasil modal yang dibawa hingga strategi untuk
memperebutkan kemenangan, status, prestise, hingga menjaga stabilitas praktik
agar tetap berputar. Dari sebuah habitus yang melekat pada individu menciptakan
sebuah hal wajar yang tidak dipertanyakan, sehingga reproduksi sosial yang terus
berputar dalam praktik ini.
Kata Kunci: Lomba Merpati kolong, Kebertahanan, Praktik Sosial, Habitus,
Kegemaran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lomba Merpati kolong, Kebertahanan, Praktik Sosial, Habitus, Kegemaran. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 05:04 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 05:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60063 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
