Uzhmiyyah, Rohmatul (2026) Sistematika Pisang Liar (Musa spp.) Berdasarkan Spesimen Herbarium dan Koleksi Hidup Asal Pulau Jawa: Kajian Morfologi dan Molekuler. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. Cover.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
2. Lembar Pengesahan.pdf Download (42kB) |
|
|
Text
5. Abstrak.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
6. Abstract.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi.pdf Download (536kB) |
|
|
Text
12. Bab I. Pendahuluan.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (404kB) |
Abstract
Pisang liar (Musa spp.) merupakan plasma nutfah penting yang tersebar luas di
Indonesia, termasuk Pulau Jawa, namun batas taksonominya, terutama pada
kompleks Musa acuminata Colla, masih belum jelas akibat tingginya var.iasi
morfologi, perubahan sistem klasifikasi, dan hibridisasi alami. Penelitian ini
bertujuan mengkaji keanekaragaman, distribusi geografis, laporan taksonomi
(taxonomic treatment), kunci identifikasi, serta hubungan kekerabatan fenetik dan
filogenetik pisang liar di Jawa. Pengamatan morfologi dilakukan terhadap
spesimen Herbarium Bogoriense (BO) dan koleksi hidup di Kebun Raya Bogor,
Kebun Raya Cibinong, dan Kebun Plasma Nutfah Pisang KST Soekarno
Cibinong. Analisis molekuler menggunakan 22 sampel lapangan dengan tiga
penanda DNA, yaitu ITS, matK, dan rps16. Hasil penelitian menunjukkan delapan
spesies pisang liar berdasarkan spesimen herbarium (M. acuminata, M.
balbisiana, M. coccinea, M. ornata, M. salaccensis, M. sanguinea, M. textilis, dan
M. velutina), serta tujuh spesies dan tujuh taksa infraspesifik M. acuminata pada
koleksi hidup, dengan Jawa Barat sebagai pusat keanekaragaman tertinggi.
Laporan taksonomi dan kunci identifikasi berhasil disusun untuk seluruh taksa.
Analisis fenetik berdasarkan 152 karakter morfologi memisahkan 14 OTU
menjadi dua kelompok utama, yaitu kelompok spesies selain M. acuminata dan
kelompok M. acuminata beserta varietasnya, didukung hasil PCA yang
menjelaskan 75,219% keragaman total. Analisis filogenetik secara konsisten
memisahkan M. coccinea, M. textilis, dan M. salaccensis dari kelompok M.
acuminata, dengan penanda kloroplas (matK dan rps16) menghasilkan dukungan
bootstrap dan stabilitas topologi lebih tinggi dibandingkan ITS. Kongruensi hasil
fenetik dan filogenetik mendukung validitas pengelompokan taksonomi pada
tingkat spesies, sedangkan perbedaan pada tingkat infraspesifik menunjukkan
perlunya pendekatan integratif morfologi dan molekuler dalam revisi taksonomi
genus Musa.
Kata kunci: Musa spp., fenetik, filogenetik, kunci identifikasi, taksonomi
integratif
(NO KETERSEDIAAN : 183/S2BIO/2026)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 05:42 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 05:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60060 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
