Search for collections on Undip Repository

Respon Fisiologis, Anatomis, dan Pertumbuhan Pegagan (Centella asiatica L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan dan Fase Pemulihan.

Sholikah, Fitri (2026) Respon Fisiologis, Anatomis, dan Pertumbuhan Pegagan (Centella asiatica L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan dan Fase Pemulihan. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (468kB)
[thumbnail of 7. ABSTRACT.pdf] Text
7. ABSTRACT.pdf

Download (97kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR ISI.pdf] Text
9. DAFTAR ISI.pdf

Download (38kB)
[thumbnail of 13. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (39kB)
[thumbnail of 18. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (137kB)

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan tanaman obat penting yang
dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif. Ketersediaan air merupakan faktor
lingkungan utama yang memengaruhi aspek fisiologis, anatomis, dan pertumbuhan
tanaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons fisiologis, anatomis,
pertumbuhan, dan kemampuan pemulihan pegagan terhadap berbagai tingkat
cekaman kekeringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan
empat taraf ketersediaan air, yaitu 100%, 70%, 50%, dan 30% KL. Setelah
aklimatisasi 21 HST, tanaman diberi perlakuan kekeringan selama 1–42 HSP,
kemudian dipulihkan melalui penyiraman 100% KL yang diamati pada fase
pemulihan awal (43–49 HSP) dan fase pemulihan akhir (50–70 HSP). Parameter
yang diamati meliputi kandungan air relatif daun (RWC), prolin, pigmen
fotosintesis, pembukaan dan densitas stomata, pertumbuhan vegetatif dan klonal,
serta biomassa kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji LSD pada
taraf 5%. Peningkatan intensitas cekaman kekeringan menurunkan pertumbuhan
vegetatif dan klonal pegagan. Pada perlakuan 30% KL, luas daun, panjang stolon,
dan biomassa total masing-masing hanya mencapai 34,13%, 41,12%, dan 60,41%
dibandingkan kontrol. Cekaman kekeringan berat menurunkan klorofil total hingga
57,24%, meningkatkan akumulasi prolin hingga 201,18%, serta meningkatkan
densitas stomata hingga 134,89%, sedangkan RWC tetap stabil pada seluruh
perlakuan. Setelah penyiraman kembali, RWC pulih paling cepat dan setara dengan
kontrol, diikuti penurunan prolin serta pemulihan bertahap pembukaan stomata dan
pigmen fotosintesis. Klorofil total meningkat hingga 116,20% pada perlakuan 30%
KL dibandingkan kontrol pada akhir fase pemulihan. Namun, pertumbuhan klonal,
sistem perakaran, dan biomassa kering belum pulih sepenuhnya. Pegagan mampu
mempertahankan status air dan memulihkan fungsi fisiologis setelah cekaman
kekeringan, tetapi pemulihan pertumbuhan berlangsung lebih lambat sehingga
dampak residual masih terlihat, terutama pada perlakuan 50% KL dan 30% KL.
Kata kunci: Centella asiatica, cekaman kekeringan, pemulihan, prolin, stomata, RWC.

(NO KETERSEDIAAN : 181/S2BIO/2026)

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:26
Last Modified: 27 Aug 2026 04:27
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60054

Actions (login required)

View Item View Item