Cahyo, Gunawan Nur (2026) Uji Parameter Intrinsic Count Rate Performance Pesawat Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dengan Dual Source Method. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. Cover.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pengesahan I.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pengesahan II.pdf Download (531kB) |
|
|
Text
6. Abstrak.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
7. Abstract.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
12. BAB I Pendahuluan.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (223kB) |
Abstract
LatarBelakang: Pada uji keberterimaan pesawat SPECT/CT baru maupun pasca
perbaikan besar, verifikasi terhadap parameter intinsic count rate performance
wajib dilakukan. Pengujian ini berguna untuk memastikan stabilitas dan linearitas
dari detektor. Salah satu parameter tersebut adalah fenomena dead time dari
detektor. Dari beberapa metode yang direkomendasikan, dual source method
menawarkan pendekatan penggukuran parameter dead time yang paling efektif dan
efisien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengukur nilai konstanta dead time (τ)
pada sistem SPECT/CT GE Discovery NM/CT 670 dengan menggunakan metode
dua sumber. Selain itu, nilai Input Count Rate (ICR) dan Observed Count Rate
(OCR) pada batas count loss 20% juga dievaluasi dalam penelitian ini. Metode:
Eksperimen dilakukan di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUP Dr. Kariadi
menggunakan dua sumber Technetium-99m (Tc99m) dengan aktivitas 100 µCi ± 5%
secara individual dan simultan. Akuisisi data dilakukan secara intrinsik tanpa
kolimator dengan jarak geometri 11 cm selama 20 detik. Estimasi parameter batas
performa dihitung berbasis model matematis paralyzable. Hasil: Pengukuran
simultan dua sumber menghasilkan akumulasi count rate terukur hingga 433,22
kcps (Detektor 1) dan 423,23 kcps (Detektor 2), dengan efisiensi respons linier
hanya 54%–57%. Nilai konstanta dead time rata-rata yang diperoleh adalah 0,84 µs
(Detektor 1) dan 0,85 µs (Detektor 2). Proyeksi pada count loss 20% menghasilkan
nilai ICR (R20%) sebesar 264,71 kcps (Detektor 1) dan 261,83 kcps (Detektor 2),
serta nilai OCR (C20%) sebesar 211,77 kcps (Detektor 1) dan 209,46 kcps (Detektor
2). Kesimpulan: Nilai ICR kedua detektor telah melampaui ambang batas minimum
sebesar 250 kcps yang ditetapkan oleh spesifikasi GE Healtycare, sehingga pesawat
SPECT/CT dinyatakan lulus uji keberterimaan. Nilai OCR dapat diadopsi sebagai
batas atas aman (safety ceiling) pemantauan laju cacah fungsional di rumah sakit.
Kata Kunci: SPECT/CT, Dead Time, Dual Source Method, ICR, OCR
(NO KETERSEDIAAN :166/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:19 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/60025 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
