AGUSTANTI, DESY RACHMA (2024) ANALISIS KESESUAIAN HABITAT PENELURAN PENYU DI CALON KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TAMAN PESISIR PENYU LUNYUK-TATAR SEPANG, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT (24dik713). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Desy Rachma Agustanti 24dik713 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penyu merupakan reptilia laut yang saat ini diketahui terdapat tujuh spesies
di seluruh dunia. Enam spesies diantaranya dapat ditemukan di Indonesia, yaitu
penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, penyu belimbing, penyu tempayan, dan
penyu pipih. Seluruh spesies penyu termasuk dalam Apendiks I CITES dan Red
List IUCN karena populasinya terancam punah. Upaya perlindungan terhadap
penyu di Indonesia adalah dengan melakukan konservasi di berbagai habitat
penting penyu, salah satunya yaitu Kawasan Konservasi Perairan Taman Pesisir
Penyu Lunyuk-Tatar Sepang, Nusa Tenggara Barat. Pengelolaan konservasi penyu
memerlukan pengkajian komprehensif yang meliputi penilaian Indeks Kesesuaian
Habitat (IKH), tingkat produktivitas peneluran penyu, serta ancamannya. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketiga aspek tersebut guna
menghasilkan strategi konservasi penyu yang sesuai di pesisir Lunyuk. Stasiun
yang dipilih dalam penelitian ini meliputi Pantai Sepang, Pantai Bontong, Pantai
Pasir Putih, dan Pantai Petanik yang berada di Desa Emang Lestari, Kecamatan
Lunyuk. Pengambilan data meliputi pengukuran biofisik pantai, monitoring
peneluran penyu, dan mengidentifikasi ancamannya melalui observasi dan
wawancara dengan beberapa pihak terkait. Data biofisik pantai digunakan untuk
menghitung nilai IKH setiap stasiun penelitian. Jenis penyu yang mendarat di lokasi
penelitian ini adalah penyu hijau dan penyu lekang. Seluruh stasiun penelitian
memiliki nilai IKH diatas 77,8% yang berarti sangat sesuai untuk peneluran penyu.
Tingkat produktivitas peneluran tertinggi berada di Pantai Petanik, sedangkan
ketiga stasiun lainnya memiliki tingkat produktivitas sedang. Ancaman seperti
perburuan telur penyu di setiap stasiun penelitian mencapai 100%, polusi sampah
yang tinggi terdapat di Pantai Sepang dan Pantai Pasir Putih, serta predator alami
penyu seperti anjing, biawak, dan kepiting. Seluruh stasiun penelitian sesuai untuk
ditetapkan sebagai zona pemanfaatan terbatas dengan pelaksanaan monitoring rutin
dan kegiatan konservasi ex situ seperti pembuatan pos sarang semi alami, terutama
di Pantai Petanik yang memiliki lokasi strategis dan tingkat produktivitas peneluran
yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ancaman, Kesesuaian Habitat, Konservasi Penyu, Produktivitas Peneluran Penyu |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 04:25 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 04:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59990 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
