HASNASARI, RATNA PUSPITA and Susilowati, Etty and Mahmudah, Siti (2017) TINJAUAN YURIDIS PENJUALAN KOSMETIK PALSU MENURUT UNDANG – UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 (STUDI PADA PEDAGANG ECERAN DI KOTA SEMARANG). _066 DG 2017. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (257kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - abstrak.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (143kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (375kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (210kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (373kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (168kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - dapus.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
066 RATNA PUSPITA HASNASARI - lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (881kB) |
Abstract
Di kota Semarang, banyak ditemukan pelanggaran hak merek oleh pedagang eceran yang menjual produk kosmetik palsu. Kosmetik palsu dapat merugikan konsumen serta pemilik merek maupun pemegang lisensi merek. Kerugian tersebut disebabkan oleh pemalsuan yang meliputi kesamaan pada kemasan, ukuran, warna,
konfigurasi, slogan, dan unsur – unsur lain yang merupakan bagian yang penting serta berhubungan langsung dengan keseluruhan citra dari suatu produk pemasaran yang oleh karenanya sangat berhubungan dengan merek itu sendiri.
Penelitian ini ditujukan untuk melakukan kajian terhadap bentuk pelanggaran hak merek yang terjadi di dalam penjualan kosmetik palsu oleh pedagang eceran di Kota Semarang serta akibat hukum bagi para pihak di dalamnya ditinjau dari Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah metode yuridis empiris. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini berupa wawancara, peraturan perundang –
undangan, dan bahan pustaka.
Hasil penelitian yang didapat, menunjukan bahwa bentuk pelanggaran hak merek yang terjadi dalam penjualan kosmetik oleh pedagang eceran di Kota Semarang ialah menggunakan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan. Akibat hukum terkait penjualan kosmetik oleh pedagang eceran di Kota Semarang menurut Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis bagi Pemilik Merek/Pemegang Lisensi menurut Pasal 83 dapat mengajukan gugatan ganti rugi dan/atau penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut, bagi produsen kosmetik palsu menurut Pasal 100 ayat (2) dapat dikenakan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah),
bagi pedagang eceran dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah), sementara Undang – Undang Merek yang saat ini berlaku belum mengatur sanksi bagi konsumen pembeli barang/produk palsu.
Kata Kunci : Pelanggaran Hak Merek, Kosmetik Palsu, Pedagang Eceran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pelanggaran Hak Merek, Kosmetik Palsu, Pedagang Eceran |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 01:39 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 01:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
