Search for collections on Undip Repository

Analisis Pengaruh Variasi Matriks Terhadap Resolusi Spasial Pada SPECT Menggunakan Pipa Kapiler

Najiyah, Wafa' (2026) Analisis Pengaruh Variasi Matriks Terhadap Resolusi Spasial Pada SPECT Menggunakan Pipa Kapiler. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of 5. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
5. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (656kB)
[thumbnail of 8. DAFTAR ISI.pdf] Text
8. DAFTAR ISI.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of 12. ABSTRAK.pdf] Text
12. ABSTRAK.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of 13. ABSTRACT.pdf] Text
13. ABSTRACT.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of 14. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (264kB)
[thumbnail of 19. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (229kB)

Abstract

Resolusi spasial merupakan parameter penting dalam kendali mutu sistem
Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) karena berpengaruh
langsung terhadap kemampuan sistem dalam membedakan dua objek yang
berdekatan dan kualitas citra diagnostik yang dihasilkan. Ukuran matriks akuisisi
merupakan salah satu faktor yang memengaruhi resolusi spasial, karena menentukan
ukuran piksel dan kemampuan sampling distribusi aktivitas pada citra. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran matriks terhadap resolusi
spasial ekstrinsik pada sistem SPECT GE Discovery NM/CT 670 di RSUP Dr.
Kariadi Semarang, menggunakan sumber line source berupa pipa kapiler berisi Tc-
99m. Pengukuran dilakukan menggunakan lima variasi ukuran matriks (64×64,
128×128, 256×256, 512×512, dan 1024×1024) pada dua detektor, dengan parameter
kolimator LEHR pada energi 140 keV ±10% dan jumlah counts sekitar 500.000.
Resolusi spasial diukur menggunakan parameter Full Width at Half Maximum
(FWHM) yang dianalisis menggunakan dua perangkat lunak, yaitu Xeleris (bawaan
pabrikan GE) dan Fiji dengan plugin IAEA NMQC Toolkit. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan ukuran matriks secara konsisten menurunkan nilai
FWHM pada kedua detektor dan kedua perangkat lunak, yang mengindikasikan
peningkatan resolusi spasial sistem. Penurunan paling signifikan terjadi dari matriks
64×64 ke 128×128, sedangkan pada matriks 512×512 dan 1024×1024, nilai FWHM
cenderung mencapai kondisi plateau pada kisaran 3,5–4,0 mm di kedua detektor,
mendekati batas resolusi intrinsik sistem. Nilai FWHM yang lebih besar pada matriks
kecil dipengaruhi oleh partial volume effect (PVE) dan undersampling, sedangkan
pada matriks besar terdapat trade-off antara resolusi spasial dan noise citra akibat
penurunan counts per piksel. Meskipun terdapat perbedaan nilai absolut antara kedua
perangkat lunak, keduanya menunjukkan tren penurunan yang konsisten sehingga
saling memperkuat validitas hasil. Berdasarkan pertimbangan tersebut, matriks
256×256 direkomendasikan sebagai ukuran matriks optimal karena memberikan
keseimbangan terbaik antara resolusi spasial dan kualitas statistik citra, sekaligus
memenuhi batas toleransi IAEA (FWHM ≤±10% baseline: 6 mm) dengan nilai
FWHM rata-rata berkisar 4,2–4,96 mm pada kedua detektor.
Kata Kunci: SPECT, resolusi spasial, matriks akuisisi, FWHM, pipa kapiler

(NO KETERSEDIAAN :154/FM/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 24 Aug 2026 09:08
Last Modified: 24 Aug 2026 09:08
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59946

Actions (login required)

View Item View Item