THAARIQ ANNUR, MUHAMMAD (2026) AEROSYSTEMS CENTER: REDEFINISI SEKOLAH AERONOTIKA MELALUI INTEGRASI AIRCRAFT GEOMETRY DAN PROPULSION ARCHITECTURE DENGAN PENDEKATAN BIONIK DI KAWASAN YIA. Undergraduate thesis, Undip.
|
Text
Muhammad Thaariq A_COVER.pdf - Submitted Version Download (259kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL HALAMAN PENGESAHAN.pdf - Submitted Version Download (339kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL ABSTRAK.pdf - Submitted Version Download (153kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL BAB 1.pdf - Submitted Version Download (431kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL BAB 2.pdf - Submitted Version Download (858kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL BAB 3.pdf - Submitted Version Download (588kB) |
|
|
Text
MUHAMMAD THORIQ KAMIL DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (213kB) |
Abstract
Perubahan pola hidup dan bekerja generasi muda di kawasan perkotaan menunjukkan kecenderungan aktivitas yang semakin padat dan fleksibel. Perkembangan teknologi digital serta sistem kerja yang tidak lagi terikat pada ruang dan waktu tertentu membuat batas antara ruang kerja dan kehidupan personal menjadi semakin kabur. Di kawasan pusat bisnis dengan
intensitas aktivitas yang tinggi, ritme kehidupan sehari-hari sering berlangsung cepat dan berulang tanpa adanya jeda yang jelas. Kondisi ini berpotensi memicu kelelahan mental dan stres kerja pada kelompok usia produktif. Lingkungan binaan umumnya masih dirancang dengan pendekatan efisiensi ruang dan kepadatan fungsi, sehingga ruang transisi dan ruang jeda jarang diposisikan sebagai bagian penting dari sistem bangunan. Padahal, pengolahan sekuens ruang, perubahan atmosfer, serta
kehadiran ruang transisi dapat membantu menghadirkan momen jeda dalam alur aktivitas harian pengguna. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini mengusulkan
perancangan Hybrid Living Centre sebagai tipologi bangunan yang mengintegrasikan fungsi hunian, ruang kerja, dan fasilitas pendukung dalam satu sistem bangunan vertikal. Pendekatan
perancangan berfokus pada pengolahan spatial sequence serta pengembangan pause space sebagai ruang transisi yang terdistribusi dalam bangunan. Pause space dirancang tidak hanya
sebagai area sirkulasi, tetapi sebagai ruang yang mampu menghadirkan perubahan atmosfer dan membantu menurunkan intensitas aktivitas secara bertahap. Melalui pendekatan tersebut, bangunan diharapkan mampu mendukung aktivitas produktif sekaligus menyediakan momen jeda yang membantu pengguna menyesuaikan ritme aktivitas harian di lingkungan perkotaan. Dengan demikian, arsitektur tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas, tetapi juga sebagai medium yang mempengaruhi pengalaman hidup dan bekerja penggunanya. Kata kunci: Hybrid Living Centre, spatial sequence, pause space, stres kerja, ritme aktiv
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:29 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
