DARYONO, LUKAS ALDO (2024) MORFOMETRIK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Forsskål, 1775 (Malacostraca : Portunidae) DI KELURAHAN MANGKANG WETAN, KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH (24dik664). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Lukas Aldo Daryono 24dik664 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) mencatat adanya peningkatan
dalam nilai jual kepiting tangkap yakni sebesar Rp. 46.123,57 (2020), Rp.
51.380,29 (2021), dan Rp. 56.767,18 (2022). Wilayah tambak di daerah Kelurahan
Mangkang Wetan menjadi daerah penangkapan sumberdaya yang salah satunya
adalah tangkapan kepiting bakau. Sebagian besar warga mengandalkan mata
pencaharian pada hasil tangkapan kepiting bakau untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Adanya peningkatan aktivitas tangkapan warga terhadap kepiting bakau
yang berlebih dapat mempengaruhi stok kepiting bakau di alam. Tujuan dari
penelitian ini mencakup studi morfometri untuk mengetahui kondisi kepiting bakau
di wilayah tambak Kelurahan Mangkang Wetan. Metode yang diterapkan pada
penelitian ini berupa survei yang bersifat deskriptif untuk mendeskripsikan keadaan
kepiting bakau yang ada melalui data morfometri yang didapatkan dari hasil
tangkapan nelayan pada wilayah tambak di Kelurahan Mangkang Wetan. Penelitian
ini dilakukan pada bulan Juni 2024. Pengambilan data kepiting bakau meliputi
panjang dan lebar karapas, berat tubuh, serta jenis kelamin. Parameter kualitas
perairan yang diukur meliputi salinitas, dissolved oxygen (DO), suhu, dan pH. Hasil
penelitian menunjukan bahwa sex ratio kepiting bakau jantan dan betina berada
dalam kondisi tidak seimbang, yakni dengan nilai perbandingan 2,46 : 1. Nilai
modus ukuran lebar karapas kepiting bakau jantan berada pada rentang 86,62 –
95,15 mm dan 95,20 – 103,73 mm untuk kepiting bakau betina. Pola pertumbuhan
kepiting bakau jantan termasuk dalam allometrik positif baik pada perbandingan
antar lebar dengan berat (b = 3,1212), serta antara panjang dengan berat (b =
3,1865), sedangkan untuk kepiting bakau betina termasuk dalam allometrik negatif
baik pada pebandingan antar lebar dengan berat (b = 2,6345), maupun antara
panjang dengan berat (b= 2,7401).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Scylla serrata, Kepiting bakau, Sex Ratio, Lebar Karapas, Mangkang Wetan Semarang |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:30 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
