Mislaeni, Siti Silfa (2026) Pengaruh Konsistensi Output Linac Terhadap Dosis Lensa Mata Pada Pasien Kanker Nasofaring. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. Cover.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pengesahan tugas Akhir.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
7. Daftar Isi.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
10. Abstrak.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
11. Abstract.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
12. Bab I Pendahuluan.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (248kB) |
Abstract
Konsistensi output Linear Accelerator (LINAC) merupakan salah satu
parameter penting dalam Quality Assurance (QA) radioterapi karena memengaruhi
ketepatan penyampaian dosis radiasi kepada pasien. Pada radioterapi kanker
nasofaring, lensa mata termasuk Organ at Risk (OAR) yang perlu diproteksi karena
memiliki sensitivitas tinggi terhadap radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh konsistensi output LINAC terhadap dosis lensa mata pada
pasien kanker nasofaring yang menjalani radioterapi menggunakan teknik
Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT) serta mengevaluasi apakah dosis
yang diterima masih memenuhi batas toleransi klinis. Penelitian menggunakan
metode kuantitatif dengan data sekunder berupa hasil quality control (QC) harian
output LINAC Varian Unique 6 MV dan data dosis lensa mata dari Treatment
Planning System (TPS). Sampel penelitian terdiri atas lima pasien kanker
nasofaring yang menjalani penyinaran sebanyak 35 fraksi. Analisis dilakukan
dengan menghitung dosis aktual berdasarkan variasi output LINAC, kemudian
membandingkannya dengan dosis planning serta batas toleransi lensa mata. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami peningkatan dosis aktual
dibandingkan dosis planning dengan rata-rata deviasi sebesar 0,37%, yang masih
jauh di bawah batas toleransi akurasi dosis radioterapi sebesar ±5%. Rata-rata dosis
aktual yang diterima lensa kanan dan kiri masing-masing sebesar 764 cGy dan
791,8 cGy, sehingga seluruh nilai dosis masih berada di bawah batas toleransi
maksimum lensa mata (Dmax ≤10 Gy). Hubungan antara konsistensi output
LINAC dan dosis lensa mata menunjukkan kecenderungan linier positif, namun
pengaruhnya relatif kecil dan tidak signifikan secara klinis. Dengan demikian,
kestabilan output LINAC yang dipertahankan melalui program QA serta
penggunaan teknik IMRT mampu menjaga akurasi penyampaian dosis dan
memberikan perlindungan terhadap lensa mata selama radioterapi kanker
nasofaring.
Kata Kunci : Kanker Nasofaring, konsistensi output, radioterapi, IMRT, lensa mata,
quality assurance.
(NO KETERSEDIAAN :145/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:27 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
