Lestari, Mega Suci (2026) Analisis Pengaruh Penyesuaian Sudut Berkas terhadap Distribusi Dosis pada Perencanaan Whole Brain Radiotherapy. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. COVER.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
04. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (739kB) |
|
|
Text
07. DAFTAR ISI.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
13. ABSTRACT.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (179kB) |
Abstract
Whole Brain Radiotherapy (WBRT) merupakan salah satu teknik radioterapi
yang umum digunakan pada kasus metastasis otak untuk memberikan penyinaran
pada seluruh jaringan otak. Teknik Three-Dimensional Conformal Radiotherapy
(3D-CRT) banyak digunakan pada perencanaan WBRT karena mampu
menghasilkan distribusi dosis yang lebih conformal terhadap target. Namun,
penggunaan geometri lateral standar pada WBRT masih berpotensi meningkatkan
paparan dosis pada Organ at Risk (OAR), khususnya lensa mata. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyesuaian sudut berkas terhadap
distribusi dosis pada Planning Target Volume (PTV) dan OAR pada perencanaan
WBRT menggunakan teknik 3D-CRT. Penelitian dilakukan menggunakan data
CT-simulator dari 10 pasien yang diimpor ke dalam Treatment Planning System
(TPS) Monaco. Tiga metode perencanaan yang dibandingkan meliputi metode
Superposisi, Non-Optimasi, dan Optimasi. Evaluasi distribusi dosis dilakukan
menggunakan parameter dosimetri Dose Volume Histogram (DVH), yaitu V95%,
V3000, dan dosis maksimum (Dmax) pada body, eye, dan lens. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai rerata V95% pada metode Superposisi, Non-Optimasi,
dan Optimasi berturut-turut sebesar 99,07%; 98,88%; dan 98,96%, sedangkan nilai
rerata V3000 sebesar 89,49%; 88,57%; dan 90,26%. Nilai rerata Body Dmax pada
metode Superposisi, Non-Optimasi, dan Optimasi berturut-turut sebesar 3207,57
cGy; 3250,88 cGy; dan 3204,75 cGy. Dosis maksimum lensa mata kiri dan kanan
pada metode Optimasi masing-masing sebesar 775,59 cGy dan 727,56 cGy, lebih
rendah dibandingkan metode Non-Optimasi sebesar 968,20 cGy dan 875,04 cGy.
Metode Superposisi juga menunjukkan penurunan dosis lensa melalui penyesuaian
sudut gantry tanpa mengurangi cakupan dosis target. Secara keseluruhan, metode
Optimasi memberikan proteksi terbaik terhadap lensa mata, sedangkan metode
Superposisi menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan sparing organ kritis pada
WBRT 3D-CRT.
Kata Kunci: Whole Brain Radiotherapy, 3D-CRT, distribusi dosis, sudut gantry,
organ at risk, TPS Monaco
(NO KETERSEDIAAN :136/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:06 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59747 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
