Search for collections on Undip Repository

Evaluasi Patient Specific Quality Assurance (PSQA) Radioterapi Teknik Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) di Instalasi Radioterapi RSUP DR Sardjito

Herwiningsih, Sri (2026) Evaluasi Patient Specific Quality Assurance (PSQA) Radioterapi Teknik Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) di Instalasi Radioterapi RSUP DR Sardjito. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1 Halaman cover TA.pdf] Text
1 Halaman cover TA.pdf

Download (274kB)
[thumbnail of 4 Lembar pengesahan TA.pdf] Text
4 Lembar pengesahan TA.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 7 Daftar Isi.pdf] Text
7 Daftar Isi.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of 10 Abstrak.pdf] Text
10 Abstrak.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of 11 Abstract.pdf] Text
11 Abstract.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of 12 Bab I Pendahuluan.pdf] Text
12 Bab I Pendahuluan.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of 17 Daftar Pustaka.pdf] Text
17 Daftar Pustaka.pdf

Download (333kB)

Abstract

Patient-Specific Quality Assurance (PSQA) merupakan tahapan penting dalam
radioterapi guna memastikan akurasi distribusi dosis pada perencanaan radioterapi,
khususnya pada teknik kompleks seperti Volumetric Modulated Arc Therapy
(VMAT). Metode evaluasi yang umum digunakan pada PSQA adalah analisis
gamma, yang melibatkan kriteria seleksi beda dosis (dose difference/DD) dan jarak
spasial (distance-to-agreement/DTA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengaruh variasi kriteria seleksi analisis gamma dan moda normalisasi terhadap
nilai Gamma Passing Rate (GPR) pada PSQA perencanaan VMAT kasus
nasofaring. Penelitian dilakukan terhadap 20 data perencanaan VMAT nasofaring.
Analisis gamma dilakukan menggunakan variasi kriteria seleksi 3%/3 mm, 3%/2
mm, 2%/3 mm, dan 2%/2 mm, dengan penerapan normalisasi global dan lokal.
Parameter utama yang dianalisis adalah nilai GPR pada masing-masing variasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kriteria seleksi yang lebih ketat
menyebabkan penurunan nilai GPR. Perubahan parameter DTA dari 3 mm menjadi
2 mm menyebabkan penurunan GPR yang lebih signifikan dibandingkan perubahan
parameter DD dari 3% menjadi 2%. Penerapan kriteria paling ketat, yaitu 2%/2 mm
menghasilkan nilai rata-rata GPR terendah yaitu 70,7±3,3%. Penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan normalisasi lokal menghasilkan nilai GPR yang
lebih rendah dibandingkan normalisasi global pada semua kriteria seleksi.
Parameter DTA memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan DD dalam
menurunkan GPR, sedangkan normalisasi lokal meningkatkan sensitivitas terhadap
deviasi dosis namun menghasilkan nilai GPR yang lebih rendah. Oleh karena itu,
pemilihan parameter analisis gamma harus mempertimbangkan keseimbangan
antara sensitivitas deteksi error dan relevansi klinis dalam evaluasi PSQA VMAT.
Kata Kunci: Analisis gamma, gamma passing rate, patient-specific quality
assurance, VMAT.

(NO KETERSEDIAAN :135/FM/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 21 Aug 2026 05:07
Last Modified: 21 Aug 2026 05:07
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59737

Actions (login required)

View Item View Item