Maulidina, Indah (2026) Pengaruh Penggunaan Jarum Interstisial Pada Aplikator Venezia Terhadap Optimasi Distribusi Dosis Target Dan Organ At Risk Pada Brakiterapi Kanker Serviks. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (65kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI.pdf Download (160kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
13. ABSTRACT.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (168kB) |
Abstract
Angka insidensi karsinoma tiroid menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.
Salah satu metode untuk mengatasi karsinoma tiroid adalah terapi radioablasi
menggunakan 131I. Penggunaan 131I harus dilakukan sesuai peraturan keselamatan
radiasi untuk menghindari laju dosis radiasi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu
dilakukan penelitian untuk menganalisis laju dosis radiasi yang dipancarkan pasien,
mendapatkan hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) dan laju dosis yang
dipancarkan, serta mengevaluasi citra whole body scan Single-Photon Emission
Computed Tomography (SPECT/CT) pasien radioablasi karsinoma tiroid.
Penelitian dilakukan dengan mengukur laju dosis radiasi pasien menggunakan
surveymeter. Sampel yang digunakan sebanyak 53 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Pasien diisolasi sampai aman
meninggalkan rumah sakit, kemudian dilakukan evaluasi terapi dengan cara whole
body scan menggunakan SPECT/CT. Selanjutnya dilakukan Region of Interest
(ROI) pada organ tiroid, lambung, hati, usus besar, dan kandung kemih. Pasien
yang menerima 131I dengan aktivitas 100 mCi, 150 mCi, dan 200 mCi menghasilkan
laju dosis rata-rata sebesar 180,05 ± 47,37 μSv/jam; 229,22 ± 60,58 μSv/jam; dan
485,8 ± 243,82 μSv/jam. Pada hari ketiga nilai laju dosis pasien sudah dibawah 70
μSv/jam sehingga pasien bisa pulang dengan aman sesuai dengan peraturan proteksi
radiasi. Nilai laju dosis rata-rata pasien obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan
pasien BMI kurang, normal, dan kelebihan. Nilai cacah radiasi organ yang tinggi
pasien whole body scan SPECT/CT disebabkan beberapa faktor seperti penyerapan
131I oleh organ dan penumpukan radioisotop pada organ.
Kata Kunci: Terapi radioablasi, whole body scan 131I, laju dosis radiasi
(NO KETERSEDIAAN :133/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 04:58 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 04:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
