RUDHI, Rudhi (2016) ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM AGREGAT DI KAWASAN ASIA TENGGARA (STUDI KOMPARASI PADA 5 NEGARA ASEAN PERIODE 2001 – 2015). Masters thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1.T-COVER-12010113410110.pdf - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4.T-ABSTRAK (Inggris)-12010113410110.pdf - Published Version Download (170kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5.T-ABSTRAK (Indonesia)-12010113410110.pdf - Published Version Download (169kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6.T-DAFTAR ISI-12010113410110.pdf - Published Version Download (191kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12.T-DAFTAR PUSTAKA-12010113410110.pdf - Published Version Download (388kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16.T-Fulltext PDF Bookmarks-12010113410110.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh dari variabel makroekonomi yang diproksi oleh
inflasi, suku bunga, kurs, GDP, harga minyak mentah, harga komoditi utama dan upah
terhadap indeks harga saham agregat di negara-negara kawasan Asia Tenggara meliputi
Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Populasi dan sample penelitian ini
adalah data inflasi, suku bunga, kurs, GDP, harga minyak mentah, harga komoditi utama dan
upah pada masing-masing negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan
Thailand. Penelitian ini menggunakan data time series dengan teknik pengambilan sample
dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria sebagai
berikut: (1) data yang tersedia selama tahun 2001 sampai 2015, (2) data yang tersedia di
masing-masing negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Teknik analisis data menggunakan model Generalized AutoRegressive Conditional
Heteroscedasticity (GARCH) dan Threshold AutoRegressive Conditional Heteroscedasticity
(TARCH). Pada penelitian ini dilakukan juga pengujian terhadap stasioneritas data,
heteroskedastisitas, normalitas, multikolinearitas dan autokorelasi untuk mendukung teknik
analisis dengan metode GARCH dan TARCH. Data pada penelitian ini merupakan data
dinamis bukan data statis oleh karena itu lebih tepat menggunakan program Eviews.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap indeks harga saham agregat di negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.
Akan tetapi di negara Thailand, inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks
harga saham agregat. (2) Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks
harga saham agregat hanya di negara Thailand. Akan tetapi di negara Indonesia, Malaysia,
Singapura dan Filipina, suku bunga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap indeks
harga saham agregat. (3) Kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks harga
saham agregat di negara Malaysia dan Thailand. Sedangkan di negara Singapura, walaupun
kurs berpengaruh positif terhadap indeks harga saham agregat, tetapi tidak signifikan. Akan
tetapi di negara Filipina, kurs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks harga
saham agregat. Sedangkan di Indonesia, walaupun kurs berpengaruh negatif terhadap indeks
harga saham agregat, tetapi tidak signifikan. (4) GDP berpengaruh positif dan signifikan
terhadap indeks harga saham agregat di negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.
Akan tetapi di negara Thailand, GDP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks
harga saham agregat. (5) Harga minyak mentah berpengaruh positif dan signifikan terhadap
indeks harga saham agregat di negara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sedangkan di
negara Filipina dan Thailand, walaupun harga minyak mentah berpengaruh positif terhadap
indeks harga saham agregat, tetapi tidak signifikan. (6) Harga komoditi utama berpengaruh
positif dan signifikan terhadap indeks harga saham agregat hanya di negara Singapura.
Sedangkan di negara Malaysia, walaupun harga komoditi utama berpengaruh positif terhadap
indeks harga saham agregat, tetapi tidak signifikan. Akan tetapi di negara Filipina dan
Thailand, harga komoditi utama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks harga
saham agregat. Sedangkan di negara Indonesia, walaupun harga komoditi utama berpengaruh
negatif, tetapi tidak signifikan. (7) Upah berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks
harga saham di negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Akan tetapi di negara
Filipina, upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks harga saham agregat.
Penelitian ini berguna bagi para investor pasar modal yang ingin menanamkan
investasinya di pasar modal kawasan Asia Tenggara khususnya negara Indonesia, Malaysia,
Singapura, Filipina dan Thailand dapat memperhatikan berbagai faktor makroekonomi seperti
inflasi, suku bunga, kurs, GDP, harga minyak mentah, harga komoditi utama dan upah karena
berdasarkan hasil dari penelitian ini, variabel-variabel tersebut memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap indeks harga saham agregat di negara-negara tersebut.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | variabel makroekonomi, indeks harga saham agregat, GARCH, TARCH, negara Asia Tenggara. |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Management |
| Depositing User: | gunawan kusmantyo |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 04:03 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 04:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59723 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
