Dewi, Salsha Kurnia and Alfirdaus, Laila Kholid (2026) RESPONS AFEKTIF MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI KALIMANTAN TENGAH. Masters thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (577kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - BAB 1.pdf - Submitted Version Download (514kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - BAB 2.pdf - Submitted Version Download (270kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (312kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (242kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - BAB 5.pdf - Submitted Version Download (214kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (234kB) |
|
|
Text
Salsha Kurnia Dewi - Tesis - LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (859kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis respons afektif masyarakat Kalimantan Tengah
terhadap implementasi kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca-Pemilihan
Presiden 2024. Menggunakan Affective Intelligence Theory (AIT) sebagai kerangka
analisis, studi ini memfokuskan perhatian pada dinamika emosi publik seperti
antusiasme, kecemasan, dan ketidakpuasan setelah kebijakan tersebut berjalan di
lapangan. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods) dengan
convergent parallel design. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 50
responden, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam
dengan 11 informan kunci di wilayah perkotaan dan perdesaan. Hasil penelitian
menunjukkan adanya dinamika emosional yang bergeser. Pada sirkuit sistem
disposisi (disposition system), emosi antusiasme muncul karena kebijakan ini
dirasakan membawa manfaat ekonomi nyata bagi pemenuhan gizi anak. Namun,
sirkuit ini juga memicu rasa kecewa akibat adanya dampak penyerta berupa
pemotongan anggaran di sektor pendidikan serta distribusi bantuan yang belum
merata. Sementara itu, pada sirkuit sistem pengawasan (surveillance system),
respons masyarakat didominasi oleh rasa cemas terhadap risiko keamanan pangan
serta kendala operasional, seperti temuan bahan makanan yang kurang segar di
lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi MBG di tingkat
daerah masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi dukungan
publik. Kendala pada manajemen rantai pasok dan penyesuaian anggaran sektor
lain secara nyata telah mengaktifkan sirkuit kecemasan dan kekhawatiran
masyarakat, yang membuat dukungan publik kini menjadi lebih bersyarat dan
bersikap kritis terhadap proses pelaksanaan kebijakan ke depan
Kata Kunci: Respons Afektif, Makan Bergizi Gratis (MBG), Affective Intelligence
Theory (AIT), Opini Publik.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:55 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 03:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59706 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
