GUNAWAN, ALIEF and Setiyono, Budi (2026) ANALISIS STRATEGI PARTAI EKS KOMBATAN GAM DALAM MENDOMINASI PEROLEHAN KURSI DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) PADA 4 EDISI PEMILU (2009, 2014, 2019, 2024). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
0 - COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
1 - BAB I.pdf - Submitted Version Download (234kB) |
|
|
Text
2 - BAB II.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text
3 - BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (456kB) |
|
|
Text
4 - BAB IV.pdf - Submitted Version Download (158kB) |
|
|
Text
5 - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (278kB) |
|
|
Text
6 - LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (371kB) |
Abstract
Penelitian berjudul “Analisis Strategi Partai Eks Kombatan GAM dalam
Mendominasi Perolehan Kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada 4
Edisi Pemilu (2009, 2014, 2019, 2024)” dilatarbelakangi oleh kemampuan Partai
Aceh sebagai partai politik lokal berbasis eks-kombatan GAM dalam
mempertahankan dominasi kursi DPRA sejak Pemilu 2009 hingga 2024,
meskipun perolehan kursinya mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan
menganalisis strategi politik Partai Aceh, mengidentifikasi teknik pengaruh yang
digunakan untuk membangun dukungan masyarakat, serta menilai keterkaitan
strategi politik formal dan teori penggalangan intelijen dalam menjelaskan
dominasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Informan ditentukan secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan
terhadap dinamika Partai Aceh, pemilu, dan politik lokal Aceh pascakonflik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dominasi Partai Aceh terbentuk melalui perpaduan
strategi elektoral formal, legitimasi historis, simbol perjuangan, jaringan eksGAM/KPA, loyalitas grassroot, serta teknik pengaruh yang dianalisis melalui
perspektif penggalangan intelijen. Strategi formal tampak pada konsolidasi
struktur, rekrutmen figur berpengaruh, pengelolaan isu lokal, pemeliharaan basis
pemilih, dan adaptasi kampanye. Sementara itu, teknik penggalangan tercermin
dalam pembentukan opini, mobilisasi identitas, pemanfaatan memori konflik,
penguatan kedekatan emosional, tekanan sosial, penciptaan efek psikologis, serta
konstruksi persepsi bahwa Partai Aceh merupakan representasi perjuangan dan
penjaga kepentingan politik Aceh. Temuan juga menunjukkan pergeseran strategi
dari pola koersif-simbolik pada fase awal pascaperdamaian menuju persuasifhibrida, dengan pelemahan unsur koersif pada 2019 dan penguatan kembali unsur
koersif secara hibrida pada 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi
Partai Aceh merupakan dominasi politik hibrida yang tidak cukup dijelaskan
melalui strategi elektoral formal semata, tetapi juga melalui pengaruh sosialpsikologis pascakonflik. Penelitian ini menyarankan penguatan institusionalisasi,
kaderisasi, strategi programatik, pengawasan pemilu, dan pendidikan politik
masyarakat.
Kata kunci: Partai Aceh, DPRA, strategi politik, penggalangan intelijen, politik
pascakonflik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:04 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 02:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59689 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
