Ranti, Nahda Naila and Fitriyah, Fitriyah and Martini, Rina (2026) AKTIVISME ONLINE SEBAGAI PARTISIPASI PUBLIK DIGITAL: WACANA, MOBILISASI, DAN TANTANGAN GERAKAN #TOLAKRUUTNI DALAM PROSES LEGISLASI REVISI UU TNI 2025. Masters thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (531kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_BAB I.pdf - Submitted Version Download (321kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_BAB II.pdf - Submitted Version Download (289kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (864kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_BAB V.pdf - Submitted Version Download (187kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (191kB) |
|
|
Text
Nahda Naila Ranti_MIP_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
Abstract
Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Tufekci (2017) untuk memahami
kondisi struktural di balik munculnya gerakan siber, khususnya bagaimana
kapasitas jaringan digital (networked capacity) memungkinkan mobilisasi massa
berlangsung cepat namun rentan terhadap kerapuhan taktis akibat lemahnya
kapasitas kelembagaan (organizational capacity). Kerangka ini menjadi cara
pandang untuk membaca dalam kondisi apa gerakan berbasis digital lahir dan
berkembang, sebelum kemudian dianalisis lebih dalam menggunakan Analisis
Wacana Kritis (CDA) Fairclough (1992) sebagai instrumen untuk membedah
bagaimana wacana dikonstruksikan, diproduksi, dan dikoordinasikan di ruang
digital melalui tiga dimensi: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Melalui
CDA, penelitian ini mengidentifikasi pola-pola wacana yang dominan dalam
gerakan #TolakRUUTNI, termasuk framing militerisasi sipil, pelanggaran hak
konstitusional, ancaman terhadap demokrasi, solidaritas masyarakat pada platform
X dan tuntutan aksi sipil. Setelah pola wacana tersebut teridentifikasi, penelitian ini
menerapkan desain Most Similar Systems Design (MSSD) untuk menjawab
pertanyaan mengapa gerakan-gerakan dengan latar belakang struktural dan kondisi
sosial-politik yang relatif serupa—dalam hal ini #PeringatanDarurat (2024) dan
#TolakRUUTNI (2025) menghasilkan tingkat tekanan politik dan capaian
kebijakan yang berbeda. Dengan memadukan Tufekci sebagai lensa kondisional,
CDA sebagai instrumen analitis wacana, dan MSSD sebagai desain komparatif
kausal, penelitian ini berupaya menjelaskan bagaimana kekuatan simbolik gerakan
digital tidak serta-merta berbanding lurus dengan efektivitas tekanan politiknya
terhadap pengambil kebijakan.
Kata kunci: gerakan siber, Tufekci, connective action, analisis wacana kritis,
Fairclough, Most Similar Systems Design, #TolakRUUTNI
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 01:46 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 01:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59686 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
