RADHIANSHAH, Muhammad Taufik (2021) LIBERALISASI NERACA MODAL & KETIMPANGAN PENDAPATAN: STUDI PANEL DI EROPA. Masters thesis, UNDIP : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S-Cover - 12020116130065.pdf - Published Version Download (196kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S-Abstrak (Inggris) - 12020116130065.pdf - Published Version Download (178kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S-Abstrak (Indonesia) - 12020116130065.pdf - Published Version Download (178kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S-Daftar Isi - 12020116130065.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S-Daftar Pustaka - 12020116130065.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S-Fulltext PDF Boomarks - 12020116130065.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Globalisasi telah menjadi pusat perhatian dunia selama tiga dekade terakhir.
Salah satu bentuknya adalah liberalisasi neraca modal yang secara sederhana dapat
kita amati dari menurunnya jumlah pembatasan antar negara untuk transaksi
keuangan lintas batas, dan meningkatnya aliran modal antar negara. Di sisi lain,
ketimpangan pendapatan tampaknya sejalan dengan meningkatnya liberalisasi
neraca modal. Prasad & Rajan (2008) menyatakan bahwa suatu negara
membutuhkan kualitas kelembagaan yang baik untuk dapat memanfaatkan manfaat
dari liberalisasi neraca modal daripada risiko yang dimilikinya. Hampir satu dekade
setelahnya, Bumann & Lensink (2016) menemukan bahwa suatu negara
membutuhkan setidaknya 25% kedalaman finansial sebagai variabel ambang batas
untuk berhasil mengeksploitasi manfaat liberalisasi akun modal. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari apakah ketimpangan pendapatan berhubungan dengan
peningkatan liberalisasi neraca modal di 28 negara Eropa. Lebih lanjut, penelitian
ini berupaya untuk memahami peran kualitas kelembagaan dan kedalaman
keuangan sebagai variabel ambang batas. Dengan menggunakan Estimator GMM
Sistem, penelitian ini menemukan bahwa liberalisasi neraca modal memiliki
korelasi positif terhadap ketimpangan pendapatan, bahkan setelah interaksi
liberalisasi neraca modal dan kedalaman keuangan. Sebaliknya, interaksi
liberalisasi neraca modal dan kualitas kelembagaan menghasilkan korelasi negatif
terhadap tingkat ketimpangan pendapatan. Temuan ini menekankan pentingnya
otoritas kebijakan untuk mempertimbangkan kualitas kelembagaan sebelum atau
selama implementasi liberalisasi neraca modal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | GMM Estimator, kedalaman finansial, ketimpangan pendapatan, kualitas institusi, liberalisasi neraca modal, threshold. |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | Gumantiko FEB |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:58 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
