WIJAYANTO, Dian (2014) MODEL BIOEKONOMI OPTIMALISASI KEUNTUNGAN BUDIDAYA IKAN: Studi Kasus Budidaya Ikan Nila Merah dengan Karamba Jaring Apung pada Koperasi Serba Usaha Bersama Maju Sejahtera di Waduk Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Doctoral thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. D - COVER - C5B009031.pdf - Published Version Download (181kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. D - ABSTRACT - C5B009031.pdf - Published Version Download (236kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. D - ABSTRAK - C5B009031.pdf - Published Version Download (179kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. D _ DAFTAR ISI - C5B009031.pdf - Published Version Download (183kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. D - DAFTAR PUSTAKA - C5B009031.pdf - Published Version Download (299kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. D - FULLTEXT PDF BOOKMARKS- C5B009031.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Terdapat kesenjangan fenomena terkait perilaku pembudidaya ikan, dan kesenjangan
penelitian bioekonomi budidaya ikan sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian
ini adalah untuk (a) mengembangkan model bioekonomi untuk mengestimasi keuntungan, waktu
budidaya ikan yang menghasilkan keuntungan optimal dan waktu budidaya yang menghasilkan
berat ikan tertentu (pendekatan selera pasar), (b) mengaplikasikan model bioekonomi pada usaha
budidaya ikan nila merah dalam karamba jaring apung (KJA) pada Koperasi Serba Usaha
Bersama Maju Sejahtera di Waduk Wadaslintang, (c) menganalisis karakteristik biologis
hubungan panjang-berat dan berat maksimal ikan nila merah hasil budidaya dengan KJA di
Waduk Wadaslintang. Penelitian ini menggunakan model pertumbuhan panjang von Bertalanffy,
hubungan panjang berat dan tingkat mortalitas untuk mengestimasi perkembangan biomassa
ikan. Penerimaan dipengaruhi biomassa ikan dan harga ikan. Komponen biaya antara lain biaya
pengadaan benih, pakan, transportasi panen dan biaya harian. Yang dimaksud biaya harian
adalah biaya tenaga kerja, obat, energi, depresiasi aset, peralatan penunjang dan perawatan aset
yang dikonversi dengan satuan Rp/hari. Maksimisasi keuntungan dilakukan dengan turunan
persamaan keuntungan terhadap waktu budidaya, dengan syarat kedua turunan keduanya bernilai
negatif. Penelitian ini menghasilkan persamaan keuntungan, persamaan keuntungan optimal, dan
persamaan waktu budidaya untuk menghasilkan berat ikan tertentu (selera pasar). Pada kasus ini,
waktu budidaya yang menghasilkan keuntungan maksimal adalah 286 hari (lower bound 284 hari
dan upper bound 290 hari), keuntungan Rp. 34.095.810 (Rp. 32.931.547-35.075.394) per siklus
dan berat rata-rata 622 gram (610-637 gram). Hubungan panjang-berat ikan nila merah
mengikuti persamaan W=0,021.L
. Estimasi berat maksimal ikan nila merah adalah 2,09
Kg/ekor dan panjang maksimal 50,04 cm.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bioekonomi, maksimisasi keuntungan, Model von Bertalanffy, budidaya nila merah. |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Doctor Program in Economics |
| Depositing User: | gunawan kusmantyo |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 06:11 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 06:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
