Search for collections on Undip Repository

KESIAPAN TRANSFORMASI HIBRIDA ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL (OMS) Peran Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Pembelajar melalui Komunikasi Internal Organisasi dan Niat Wirausaha Sosial Kolektif

PUJIASTUTI, RR B NATALIA SARI and Pradhanawati, Ari and Listyorini, Sari (2026) KESIAPAN TRANSFORMASI HIBRIDA ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL (OMS) Peran Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Pembelajar melalui Komunikasi Internal Organisasi dan Niat Wirausaha Sosial Kolektif. Doctoral thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Cover_ Natalia.pdf] Text
Cover_ Natalia.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1_ Natalia.pdf] Text
Bab 1_ Natalia.pdf - Submitted Version

Download (387kB)
[thumbnail of Bab 2 _Natalia.pdf] Text
Bab 2 _Natalia.pdf - Submitted Version

Download (3MB)
[thumbnail of Bab 3_Natalia.pdf] Text
Bab 3_Natalia.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (267kB)
[thumbnail of Bab 4_Natalia.pdf] Text
Bab 4_Natalia.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (812kB)
[thumbnail of Bab 5_Natalia.pdf] Text
Bab 5_Natalia.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (436kB)
[thumbnail of Bab 6_Natalia.pdf] Text
Bab 6_Natalia.pdf - Submitted Version

Download (499kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Natalia.pdf] Text
Daftar Pustaka_Natalia.pdf - Submitted Version

Download (320kB)
[thumbnail of Lampiran_Natalia.pdf] Text
Lampiran_Natalia.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kesenjangan antara Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2023 dan fenomena
ketergantungan pendanaan (grant trap) menjadi tantangan penting bagi keberlanjutan
Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Kondisi tersebut tercermin pada stagnasi Indeks
Kinerja Ormas (IKO) Kota Semarang periode 2022 2025, khususnya pada dimensi
keberlanjutan organisasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa dukungan regulatif belum
otomatis mendorong kesiapan OMS untuk bertransformasi menuju organisasi hibrida, yaitu
organisasi yang mampu menjaga misi sosial sekaligus membangun keberlanjutan ekonomi.
Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada mekanisme internal yang menjelaskan
bagaimana kesiapan transformasi hibrida OMS terbentuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) terhadap 154 pimpinan OMS di Kota
Semarang. Model penelitian menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya
pembelajar terhadap kesiapan transformasi hibrida melalui komunikasi internal dan niat
wirausaha sosial kolektif sebagai mediator berjenjang. Kerangka analisis dibangun melalui
integrasi Organizational Information Theory (OIT) dan Organizational Readiness for
Change (ORC).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan transformasi hibrida OMS tidak terbentuk
melalui pengaruh langsung kepemimpinan atau budaya organisasi semata, melainkan
melalui proses sosiokognitif yang bertahap. Kepemimpinan transformasional justru
menunjukkan pengaruh langsung negatif terhadap kesiapan transformasi hibrida, sehingga
mengindikasikan bahwa dorongan perubahan yang bersifat langsung berpotensi
menimbulkan paradoks otoritas dalam konteks OMS. Sebaliknya, komunikasi internal dan
niat wirausaha sosial kolektif terbukti menjadi mekanisme penting dalam membangun
kesiapan transformasi. Niat wirausaha sosial kolektif merupakan prediktor terkuat terhadap
kesiapan transformasi hibrida OMS ( = 0,610; p < 0,001), sedangkan komunikasi internal
berperan sebagai ruang negosiasi makna yang mereduksi ambiguitas antara misi sosial dan
tuntutan keberlanjutan ekonomi.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan Model Kesiapan Transformasi Hibrida
OMS berbasis komunikasi dialogis dan niat kolektif. Model ini menegaskan bahwa
transformasi OMS menuju organisasi hibrida bukan sekadar persoalan kapasitas
kepemimpinan, budaya pembelajar, atau keberlanjutan finansial, melainkan proses
penyelarasan makna dan pembentukan kehendak kolektif. Penelitian ini juga memperluas
kajian niat wirausaha sosial dari level individual menuju level kolektif organisasi, serta
mereposisi komunikasi internal bukan sebagai saluran informasi, melainkan sebagai ruang
negosiasi makna dalam transformasi hibrida.
Implikasi penelitian mengarah pada perlunya reorientasi kebijakan pemberdayaan OMS dari
pendekatan bantuan finansial menuju penguatan kapasitas komunikasi organisasi, fasilitasi
dialog internal, dan pengembangan kewirausahaan sosial yang tetap berpijak pada misi
sosial.
Kata Kunci: Transformasi Hibrida, Organisasi Masyarakat Sipil, Komunikasi Dialogis,
Niat Wirausaha Sosial Kolektif, Kesiapan Transformasi.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Social Science
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 19 Aug 2026 04:02
Last Modified: 19 Aug 2026 04:02
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59473

Actions (login required)

View Item View Item