ADELIA, SAFIRA (2026) ANALISIS IMPLEMENTASI STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE (DOTS) DALAM CAPAIAN SKRINING PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KLATEN UTARA. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO SAFIRA ADELIA.pdf - Published Version Download (471kB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan penemuan kasus secara dini melalui skrining dan penemuan kasus aktif. Strategi Directly Observed Treatment Short Course (DOTS) merupakan pendekatan pengendalian TB melalui penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, pemantauan, serta pencatatan dan pelaporan. Puskesmas Klaten Utara telah memenuhi bahkan melampaui target penemuan kasus dan terduga TB pada tahun 2025, namun pelaksanaan strategi DOTS masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi DOTS dalam capaian skrining TB di Puskesmas Klaten Utara berdasarkan kesesuaian program, organisasi, dan pemanfaat menurut teori implementasi program David C. Korten. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Agustus 2025–Agustus 2026. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas 11 informan, meliputi penanggung jawab program, kepala puskesmas, penanggung jawab TB Dinas Kesehatan, kader TB, pemanfaat program, dan mitra kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek program memiliki tujuan, mekanisme, pembagian tugas, serta kegiatan pendukung berupa skrining aktif dan pasif, investigasi kontak, kunjungan rumah, Cek Kesehatan Gratis, dan edukasi. Aspek organisasi didukung kompetensi petugas, sarana utama, pemanfaatan SITB, dan koordinasi berjenjang, tetapi masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, sarana penunjang, dan ketepatan waktu pencatatan. Aspek pemanfaat menunjukkan manfaat dan respons positif terhadap layanan, tetapi masih terdapat hambatan berupa rendahnya pengetahuan, rasa takut, dan stigma terhadap TB. Implementasi strategi DOTS telah berjalan dan mencapai target penemuan kasus tahun 2025, tetapi kesesuaian program, organisasi, dan pemanfaat masih perlu diperkuat untuk mengoptimalkan capaian skrining TB.
Kata kunci: tuberkulosis, DOTS, skrining tuberkulosis, implementasi program, David C. Korten
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 01:14 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 01:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59433 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
