Nasution, Ikhsan Bagatondi (2026) Pengembangan Sistem ADVICE Radiotheraphy Management Berbasis Lokal untuk Monitoring Mutu dan Keselamatan Pasien Radioterapi. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. Cover.pdf Download (337kB) |
|
|
Text
5. Halaman Pengesahan Tugas Akhir.pdf Download (387kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi.pdf Download (88kB) |
|
|
Text
13. Abstrak.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
14. Abstract.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
15. BAB I.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
20. Daftar Pustaka.pdf Download (279kB) |
Abstract
Latar Belakang: Radioterapi memerlukan akurasi dan keselamatan tinggi. Namun, ada fasilitas
radioterapi di Indonesia masih menggunakan sistem monitoring mutu manual atau semi-digital
yang berisiko terhadap keselamatan pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem monitoring mutu radioterapi
terintegrasi berbasis model ADVICE (Analyze, Design, Verify, Implement, Control, Evaluate)
serta merancang fitur-fitur yang sesuai berdasarkan persepsi tenaga profesional.
Metode: Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif. Kuesioner disebarkan secara
elektronik kepada tenaga profesional radioterapi di Indonesia. Data dianalisis secara statistik
deskriptif (rerata, persentase, frekuensi).
Hasil: Sebanyak 37 responden berpartisipasi, terdiri atas Fisikawan Medik (34%), RTT (31%),
Dokter, Perawat, dan Admin dari RS swasta (72%), RS pemerintah (22%), dan pusat kanker
khusus (3%). Masalah utama sistem saat ini: kehilangan berkas (rerata 2,8/5), sulitnya pelacakan
status real-time (2,9/5), komunikasi terhambat antar unit (2,8/5). Sebanyak 59,4% responden
menilai risiko keselamatan pasien tinggi. Hanya 31% yang memiliki sistem digital khusus. Fitur
paling diinginkan: dashboard real-time (90%), checklist digital wajib (85%), laporan akhir
otomatis (85%), scan QR/barcode (75%). FMEA digital diharapkan oleh 90% responden, dengan
prioritas pada template mode kegagalan radioterapi (90%) dan perhitungan RPN otomatis (85%).
Indikator mutu prioritas: waktu verifikasi ke terapi pertama (70%) dan ketepatan dosis fraksinasi
(65%). Kesiapan infrastruktur cukup baik (komputer bersama 72%, internet stabil 64%), namun
kekhawatiran utama adalah keamanan data pasien (67%).
Kesimpulan: Terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan monitoring mutu dengan sistem
yang tersedia saat ini. Sistem ADVICE Radiotherapy Management dengan fitur dashboard realtime, FMEA digital, dan indikator mutu otomatis sangat dibutuhkan sebagai solusi peningkatan
keselamatan pasien radioterapi di Indonesia.
Kata Kunci: radioterapi, sistem monitoring mutu, model ADVICE, FMEA, indikator mutu,
keselamatan pasien
(NO KETERSEDIAAN :122/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:02 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
