Handayani, Liska Tri (2026) Evaluasi Dose fall-of Berdasarkan Gradient Index (GI) Pada Energi 6 MV Dan 6 MV Flattening Filter Free (FFF) Menggunakan Teknik IMRT Pada Kasus Glioblastoma. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (711kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PENGESAHAN_1.pdf Download (916kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
11. ABSTRAK (B. INDONESIA).pdf Download (152kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK (B.INGGRIS).pdf Download (152kB) |
|
|
Text
13. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (139kB) |
|
|
Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Glioblastoma merupakan tumor otak primer yang paling agresif dengan prognosis
buruk dan tingkat mortalitas yang tinggi. Teknik Intensity Modulated Radiation
Therapy (IMRT) berperan penting dalam meningkatkan presisi terapi dengan
memberikan dosis optimal pada target serta meminimalkan paparan pada jaringan
sehat di sekitarnya. Penggunaan berkas Flattening Filter Free (FFF) pada energi 6
MV menjadi alternatif dari berkas konvensional flattened beam (FF) dengan
potensi keunggulan dalam mengurangi hamburan radiasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik dose fall-off antara energi
6 MV FFF dan 6 MV FF pada teknik IMRT kasus glioblastoma. Sebanyak 10
pasien rencana terapi dengan klinis glioblastoma pada lobus kanan dianalisis
menggunakan Treatment Planning System. Evaluasi target mengacu pada ICRU
Report 83, sedangkan distribusi dosis dianalisis menggunakan Gradient Index
(GI), Conformity Index (CI), dan Homogeneity Index (HI). Evaluasi organ at risk
(OAR) mengacu pada QUANTEC dan RTOG. Analisis statistik dilakukan
menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik
memenuhi kriteria klinis. Namun, berkas FF menghasilkan nilai GI yang lebih
rendah secara signifikan (p < 0,05), yang menunjukkan dose fall-off yang lebih
tajam. Selain itu, nilai CI dan HI pada FF juga lebih baik (p < 0,05), yang
mencerminkan distribusi dosis yang lebih konformal dan homogen. Proteksi OAR
yang lebih baik secara signifikan ditemukan pada brainstem dan optic nerve kanan
menggunakan berkas FF, sementara parameter Monitor Unit (MU) tidak
menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini,
meskipun berkas FFF memiliki keunggulan teoritis, namun pada kondisi
penelitian ini berkas FF menunjukkan performa dosimetri yang lebih optimal
dalam perencanaan IMRT pada kasus glioblastoma. Temuan ini menegaskan
bahwa kualitas perencanaan lebih dipengaruhi oleh optimisasi perencanaan
dibandingkan karakteristik berkas.
Kata kunci: glioblastoma, IMRT, Flattening Filter Free, flattened beam, dose
fall-off, Gradient Index.
(NO KETERSEDIAAN :115/FM/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 02:44 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 02:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59371 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
