BUTAR-BUTAR, MARTIN JONATHAN (2026) HUBUNGAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH, HYGIENE SANITASI, DAN KUALITAS AIR MINUM DENGAN KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO MARTIN.pdf - Published Version Download (477kB) |
Abstract
Wasting merupakan salah satu masalah gizi akut pada balita yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, angka wasting tercatat sebanyak 148 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik lingkungan rumah, higiene sanitasi, dan kualitas air minum dengan kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control. Populasi kasus terdiri atas 148 balita wasting yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sampel penelitian berjumlah 76 balita, terdiri atas 38 kelompok kasus dan 38 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta pengukuran kondisi lingkungan rumah dan kualitas air minum. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction atau Fisher’s Exact Test, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu pada kelompok kasus berusia >35 tahun (52,6%), sedangkan kelompok kontrol didominasi ibu berusia 20-35 tahun (71,1%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) (p<0,001; OR=9,595), pengelolaan air minum (p=0,002; OR=5,156), sarana air bersih (p=0,030; OR=3,375), pengelolaan air limbah rumah tangga dan blackwater (p=0,008; OR=4,429), serta kepadatan hunian (p=0,039; OR=2,939) dengan kejadian wasting. Sementara itu, penyimpanan makanan, sarana pembuangan sampah, bau air minum, rasa air minum, dan Total Dissolved Solids (TDS) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan CTPS merupakan factor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian wasting (p=0,002; AOR= 7,192), diikuti oleh pengelolaan air minum (p=0,011; AOR=5,095). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan CTPS, pengelolaan air minum, sarana air bersih, pengelolaan air limbah dan blackwater, serta kepadatan hunian berhubungan dengan kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo.
Kata Kunci : wasting, hygiene sanitasi, kualitas air minum, lingkungan rumah, balita.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 08:18 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 08:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59320 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
