Sylvagama, Labiba Nagara (2026) TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM PANTASKAH AKU BERHIJAB KARYA CASSANDRA MASSARDI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Labiba Nagara Sylvagama_13010122140094_Draft Full Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sylvagama, Labiba Nagara. 2025. “Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Pantaskah Aku Berhijab Karya Cassandra Massardi”. Skripsi (S-1). Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing Drs. Mujid Farihul Amin, M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai sarana komunikasi kontekstual yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk identitas sosial dan kultural. Dalam media film, dialog antartokoh dikonstruksi secara strategis untuk menggerakkan alur dan merepresentasikan realitas sosial, termasuk pergulatan batin serta negosiasi identitas religius perempuan Muslim kontemporer seperti yang digambarkan dalam film Pantaskah Aku Berhijab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam dialog film tersebut. Landasan teori yang digunakan untuk membedah masalah ini dengan teori pragmatik, khususnya klasifikasi lima jenis tindak tutur ilokusi menurut John Searle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan pragmatik dengan teknik pilah unsur penentu yang berbasis pada reaksi mitra tutur. Hasil analisis data disajikan menggunakan metode informal melalui uraian kata-kata biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Pantaskah Aku Berhijab ditemukan kelima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Setiap jenis ilokusi tersebut memiliki fungsi pragmatis spesifik yang terikat kuat dengan konteks situasi dan kondisi psikologis tokoh. Tindak asertif berfungsi untuk melaporkan, menyatakan, dan membanggakan. Tindak direktif berfungsi untuk memerintahkan dan meminta. Tindak ekspresif berfungsi untuk berterima kasih, meminta maaf, memuji, dan mengeluh. Tindak komisif berfungsi untuk menjanjikan, menawarkan, dan bersumpah. Sementara itu, tindak deklaratif ditemukan berfungsi untuk memecat dan memutuskan status sosial tokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna tuturan dalam film sangat bergantung pada konteks situasi, latar belakang sosial, dan hubungan emosional antarpenutur.
Kata Kunci: Pragmatik, Tindak Tutur Ilokusi, Film, Pantaskah Aku Berhijab.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 03:17 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 03:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59275 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
