Avian, Muhammad Dzikri (2026) RELASI KEKUASAAN DALAM SISTEM HEYA YANG MEMENGARUHI PRAKTIK KEKERASAN TERHADAP PESUMO JUNIOR DI SUMO JEPANG 日本相撲における部屋制度の権力関係と若手力士に対する暴力行為. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Muhammad Dzikri Avian (142)_Full Revisi Skripsi Siap Cetakk.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Avian, Muhammad Dzikri. 2026. “Relasi Kekuasaan dalam Sistem Heya Yang Memengaruhi Praktik Kekerasan terhadap Pesumo Junior di Sumo Jepang”. Skripsi Program Studi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen Pembimbing Nisia Nur Dwi Agusta, S.Hum., M.Si.
Sumo merupakan olahraga tradisional Jepang yang memiliki sistem pelatihan khusus yang disebut heya. Dalam sistem heya, terdapat struktur hierarkis yang menempatkan oyakata, pesumo senior, dan pesumo junior dalam hubungan yang tidak setara. Struktur tersebut membentuk relasi kekuasaan yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari para pesumo. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana relasi kekuasaan terbentuk dalam sistem heya serta bagaimana relasi tersebut memengaruhi munculnya praktik kekerasan terhadap pesumo junior di sumo Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, artikel berita, dan berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan sistem heya serta kasus kekerasan dalam dunia sumo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi kekuasaan Michel Foucault. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis bagaimana kekuasaan bekerja melalui disiplin, pengawasan, normalisasi, dan internalisasi norma dalam sistem heya. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa relasi kekuasaan dalam sistem heya terbentuk melalui struktur hierarkis, budaya senioritas, disiplin, dan pengawasan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para pesumo. Selain itu, relasi kekuasaan dalam sistem heya turut memengaruhi munculnya praktik kekerasan terhadap pesumo junior. Analisis terhadap kasus Tokitsukaze-beya, Miyagino-beya, Nakagawa-beya, Michinoku-beya, dan Isegahama-beya menunjukkan bahwa praktik kekerasan berkaitan dengan dominasi senior maupun oyakata, normalisasi perlakuan keras sebagai bagian dari pembinaan, serta posisi subordinat yang dialami pesumo junior dalam lingkungan heya.
Kata kunci: relasi kekuasaan; heya; kekerasan; pesumo junior; Michel Foucault
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 02:35 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 02:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59253 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
