Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Jenis Pestisida Nabati terhadap Mortalitas Ulat Hongkong (Tenebrio molitor)

Sirait, Nopia Triani (2026) Pengaruh Jenis Pestisida Nabati terhadap Mortalitas Ulat Hongkong (Tenebrio molitor). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of Cover - Bab 3_Nopia Triani Sirait_23020219130065(1).pdf] Text
Cover - Bab 3_Nopia Triani Sirait_23020219130065(1).pdf - Published Version

Download (811kB)
[thumbnail of Bab 4- Dapus_Nopia Triani Siait_23020219130065.pdf] Text
Bab 4- Dapus_Nopia Triani Siait_23020219130065.pdf - Published Version

Download (203kB)
[thumbnail of Lampiran-Biodata_Nopia Triani Sirait_23020219130065.pdf] Text
Lampiran-Biodata_Nopia Triani Sirait_23020219130065.pdf - Published Version

Download (622kB)

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis pestisida nabati pada mortalitas larva Tenebrio molitor. . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan 4 ulangan. Perlakuan berupa jenis pestisida nabati yang terdiri atas 7 taraf yaitu P0 : kontrol tanpa pestisida, P1 :ekstrak daun pepaya 30 ml/70 ml, P2 : ekstrak daun sirsak 30 ml/70 ml, P3 : ekstrak daun mimba 30 ml/70 ml. P4 : ekstrak daun tembakau 30 ml/70 ml, P5 : ekstrak bawang putih 30 ml/70 ml, P6 : pestisida kimia berbahan aktif imidakloprit 0,03 gram/200 ml dengan masing-masing unit percobaan berisi 15 ekor ulat. Parameter penelitian meliputi mortalitas, lethal time 50, dan perubahan perilaku dan fisik. Data yang terdistribusi normal dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA), kemudian dilanjutkan uji Duncan (DMRT), data yang tidak terdistribusi normal dianalisis dengan uji kruskal – wallis, dan analisis probit untuk menghitung lethal Time 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil bio-assay pada larva Tenebrio molitor yakni mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan pestisida sintetik berbahan aktif imidakloprit dengan persentase mortalitas sebesar 60, diikuti dengan perlakuan pestisida daun mimba, tembakau dan bawang putih yang memberikan hasil mortalitas yang sama yakni sebesar 6,67. Perlakuan daun pepaya (P1) menghasilkan mortalitas sebesar 3,33, perlakuan kontrol tanpa pestisida (P0) menghasilkan mortalitas sebesar 1,33. Sementara itu perlakuan daun sirsak (P2) tidak memberikan hasil mortalitas kepada larva Tenebrio molitor. Perlakuan pestisida nabati tidak berpengaruh nyeta, namun perlakuan pestisida sintetik berpengaruh nyata terhadap mortalitas ulat hongkong. Lethal time 50 tercepat yaitu pestisida imidakloprit (P6) selama 4,27 hari dengan LT50 pestisida nabati tercepat yaitu pestisida bawang putih (P5) selama 11,1 hari. Berdasarkan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pestisida nabati tembakau belum mampu untuk menghasilkan mortalitas yang tinggi pada larva Tenebrio molitor. Rendahnya mortalitas yang disebabkan pestisida nabati dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti rendahnya konsentrasi yang digunakan serta ketidakcocokan cara kerja senyawa pestisida nabati yang terkandung terhadap metode pengujian yang digunakan.

Keyword : Pestisida Nabati, Mortalitas, Lethal Time 50, Ulat Hongkong

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Undip
Date Deposited: 13 Aug 2026 08:54
Last Modified: 13 Aug 2026 08:54
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59225

Actions (login required)

View Item View Item