Sitorus, Goklas Sahala Wibowo (2026) Modifikasi Silika Berpori Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) dengan Pengaruh Variasi Kitosan Terhadap Kemampuan Adsorpsi-Desorpsi Zat Warna Congo red. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. Cover.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pengesahan.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
5. Abstrak.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
6. Abstract.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
7. Daftar Isi.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
11. BAB I Pendahuluan.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
16. Daftar Pustaka.pdf Download (283kB) |
Abstract
Silika gel tanpa modifikasi memiliki kapasitas adsorpsi yang terbatas
terhadap polutan anionik akibat. Congo red merupakan zat warna azo anionik di
lingkungan perairan dan berpotensi menghasilkan senyawa karsinogenik melalui
proses degradasi. Penelitian ini bertujuan memperoleh silika mesopori berbasis
natrium silikat (Na2SiO3) yang dimodifikasi dengan Cetyltrimethylammonium
Bromide (CTAB) sebagai agen pencetak pori dan kitosan sebagai agen penambah
gugus aktif amina (–NH2) untuk mengkaji pengaruh variasi kitosan terhadap
karakteristik material serta kemampuan adsorpsi-desorpsi zat warna congo red.
Sintesis dilakukan melalui metode sol-gel dengan mencampurkan natrium silikat
dan CTAB, yang kemudian dikalsinasi untuk memperoleh silika mesopori.
Selanjutnya fungsionalisasi dengan kitosan 1,5 % dilakukan dengan variasi (50;
80; 120; dan 150 mg). Uji adsorpsi dilakukan dengan larutan congo red dengan
konsentrasi 10-50 ppm, dan uji desorpsi dilakukan menggunakan NaOH 1N
hingga tiga siklus. Uji adsorpsi-desorpsi diukur menggunakan spektrofotometri
UV-Vis pada λ 498,5 nm. Karakterisasi material meliputi Fourier Transform
Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil
karakterisasi FTIR pada silika-CTAB sebelum kalsinasi, teridentifikasi pita
serapan C–H stretching pada bilangan gelombang 2855-2961 cm-1 yang
mengkonfirmasi inkorporasi CTAB, dan setelah kalsinasi pita-pita tersebut
menghilang sebagai bukti dekomposisi CTAB sempurna. Fungsionalisasi dengan
kitosan dikonfirmasi oleh kemunculan pita C–H stretching metilena pada 2917-
2944 cm-1 dan pita N–H stretching pada 3300-3320 cm-1, sementara kerangka Si–
O–Si tetap dominan pada 1071-1074 cm-1. Analisis SEM memperlihatkan
morfologi partikel silika-CTAB yang bersifat amorf dengan tekstur permukaan
kasar dan beragregat, sedangkan setelah imobilisasi kitosan permukaan partikel
tampak lebih halus dan kohesif akibat terbentuknya lapisan polimer yang melapisi
partikel silika. Uji adsorpsi congo red pada konsentrasi 10-50 ppm menunjukkan
bahwa adsorben silika-CTAB-kitosan 8,00 mL memiliki kapasitas adsorpsi
tertinggi, yakni 73,61 mg/g pada konsentrasi 50 ppm. Hasil uji desorpsi
menggunakan NaOH 1N selama tiga siklus regenerasi menunjukkan persentase
desorpsi yang sangat rendah, yaitu sebesar 7,58% untuk silika-CTAB dan 10,36%
untuk silika-CTAB-kitosan 3,33 mg.
Kata kunci: Silika mesopori, CTAB, Kitosan, Adsorpsi, Desorpsi, Congo red.
(NO KETERSEDIAAN : 2613/C/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 08:25 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 08:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59120 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
