Search for collections on Undip Repository

PERBANDINGAN KUALITAS MIKROSKOPIS JARINGAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA PERENDAMAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) SELAMA 25 MENIT DAN 30 MENIT

Saraswati, Saraswati (2026) PERBANDINGAN KUALITAS MIKROSKOPIS JARINGAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA PERENDAMAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) SELAMA 25 MENIT DAN 30 MENIT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of Saraswati_Cover - BAB 3.pdf] Text
Saraswati_Cover - BAB 3.pdf - Published Version

Download (798kB)
[thumbnail of Saraswati_BAB 4 - Dapus.pdf] Text
Saraswati_BAB 4 - Dapus.pdf - Published Version

Download (245kB)
[thumbnail of Saraswati_Lampiran - Biodata.pdf] Text
Saraswati_Lampiran - Biodata.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

RINGKASAN
SARASWATI. 23020121130074. 2026. Perbandingan Kualitas Mikroskopis Jaringan Kentang (Solanum tuberosum L.) pada Perendaman Natrium Hidroksida (NaOH) Selama 25 menit dan 30 menit (Pembimbing SETYA BUDI MUHAMMAD ABDUH dan ANANG MOHAMAD LEGOWO).
Penelitian dilaksanakan selama 10 bulan yaitu dari bulan Juli 2024 – Juni 2025 di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan serta Laboratorium Fisiologi dan Biokimia, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu perendaman natrium hidroksida (NaOH) terhadap kualitas mikroskopis jaringan kentang (Solanum tuberosum L.) yang ditinjau berdasarkan parameter luas sel (cell area), diameter ekivalen sel, persentase sel terukur, serta persentase sel tidak terukur akibat artefak. Perendaman NaOH merupakan salah satu tahapan preparasi jaringan yang bertujuan melonggarkan matriks dinding sel sehingga proses preparasi dapat dilakukan, Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua durasi waktu perendaman NaOH 5% yaitu 25 menit dan 30 menit.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kentang varietas Granola yang diperoleh dari Perkebunan Agro Lestari Merbabu, Kabupaten Magelang. Bahan kimia yang digunakan dalam proses preparasi mikroskopi meliputi paraformaldehid, glutaraldehid, Na2HPO4, NaH2PO4, NaOH, etanol, xylol, parafin, akuades, serta pewarna toluidine blue O. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan preparasi sampel yang meliputi fiksasi, pencucian (washing), perendaman NaOH, pencucian (washing), dehidrasi, penjernihan (clearing), infiltrasi, penanaman (embedding), pemotongan, serta pewarnaan. Preparat kemudian diamati menggunakan mikroskop cahaya dan dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ. Parameter yang dianalisis meliputi luas sel (cell area), diameter ekivalen, persentase sel terukur, serta persentase sel tidak terukur akibat artefak. Data hasil analisis diolah menggunakan Microsoft Excel 2021 dan SPSS versi 26.0 for Windows. Selain analisis kuantitatif, hasil pengamatan mikroskopis juga dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu perendaman NaOH tidak berpengaruh signifikan terhadap luas sel (p = 0,14) dan diameter ekivalen sel (p = 0,19). Namun, perbedaan waktu perlakuan NaOH berpengaruh signifikan terhadap persentase sel terukur (p = 0,001) dan persentase sel tidak terukur akibat artefak (p = 0,001). Selain itu, berdasarkan analisis deskriptif kualitatif, diketahui bahwa perendaman NaOH selama 25 menit memperlihatkan hasil yang lebih baik dalam integritas struktur jaringan dan kualitas visual mikroskopis dibandingkan dengan perlakuan perendaman NaOH 30 menit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Food Technology
Depositing User: S1 Teknologi Pangan Undip
Date Deposited: 27 Aug 2026 08:19
Last Modified: 27 Aug 2026 08:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59107

Actions (login required)

View Item View Item