Search for collections on Undip Repository

Induksi Produksi Metabolit Sekunder Antioksidan Melalui Pendekatan One Strain Many Compounds Pada Micrococcus Sp. Gsb-L11

Ahsan, Azhary Mohammad (2026) Induksi Produksi Metabolit Sekunder Antioksidan Melalui Pendekatan One Strain Many Compounds Pada Micrococcus Sp. Gsb-L11. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (141kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of 5. DAFTAR ISI.pdf] Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of 9. ABSTRAK.pdf] Text
9. ABSTRAK.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of 10. ABSTRACT.pdf] Text
10. ABSTRACT.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of 12. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (163kB)

Abstract

Micrococcus sp. GSB-L11 merupakan bakteri endofit yang diisolasi dari kawasan
geotermal Gedong Songo dan diketahui memiliki potensi antioksidan. Namun, isolat ini
mengalami penurunan fenotipik berupa perubahan warna koloni dari kuning menjadi putih
setelah peremajaan berulang di laboratorium, yang mengindikasikan berkurangnya
ekspresi jalur biosintesis metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
pengaruh pendekatan OSMAC (One Strain Many Compounds) terhadap profil metabolit
sekunder dan aktivitas antioksidan Micrococcus sp. GSB-L11, serta mengkarakterisasi
pergeseran profil tersebut menggunakan spektrofotometri UV-Vis, FTIR, dan analisis
Principal Component Analysis (PCA). Pendekatan OSMAC diterapkan melalui tiga variasi
kondisi kultur, yaitu MN1, MN05, dan MNH5, untuk menginduksi produksi metabolit
sekunder antioksidan. Metabolit sekunder diekstraksi dari supernatan kultur menggunakan
etanol 70%, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR,
serta diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, dan
perbedaan profil metabolit antarkondisi dievaluasi melalui PCA. Hasil skrining
menunjukkan bahwa MN1, MN05, dan MNH5 memberikan pertumbuhan yang memadai,
sedangkan MNH10 dan MNH15 diduga bersifat toksik terhadap pertumbuhan sel.
Rendemen ekstrak tertinggi diperoleh dari EMN1 (824,3 ± 26,4 mg), diikuti EMN05 (549,3
± 27,5 mg) dan EMNH5 (364,7 ± 20,7 mg). Analisis UV-Vis fraksi pelet menunjukkan
pola serapan tiga puncak karotenoid pada PMN1 dan PMNH5, sementara PMN05
menunjukkan pola yang lemah. Uji DPPH dan ABTS menghasilkan urutan aktivitas yang
konsisten, yaitu EMNH5 > EMN05 > EMN1, dengan nilai IC₅₀ DPPH berturut-turut 70,85;
82,32; dan 106,66 ppm serta IC₅₀ ABTS 13,1; 15,38; dan 23,91 ppm. Pada uji FRAP,
kapasitas reduksi EMN05 dan EMNH5 hampir setara, yaitu 122,96 dan 121,44 mg
AEAC/g, dan keduanya melampaui EMN1 (107,52 mg AEAC/g). Karakterisasi FTIR
menunjukkan bahwa EMN05 dan EMNH5 memiliki gugus karbonil dan oksigen yang lebih
kaya dibandingkan EMN1 yang didominasi rantai hidrokarbon alifatik, sejalan dengan
aktivitas antioksidannya yang lebih tinggi. Analisis PCA berbasis spektrum FTIR
memperlihatkan bahwa EMN1 terpisah jelas dari EMN05 dan EMNH5, menunjukkan
bahwa perlakuan OSMAC menggeser profil metabolit sekunder ke arah senyawa yang
lebih polar dan kaya gugus antioksidatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pendekatan OSMAC diduga efektif dalam menginduksi peningkatan produksi metabolit
sekunder antioksidan pada Micrococcus sp. GSB-L11, dengan kombinasi pembatasan
nutrisi dan elisitor H₂O₂ (MNH5) memberikan respons induksi terbesar.
Kata Kunci : OSMAC; Micrococcus sp. GSB-L11; metabolit sekunder; aktivitas
antioksidan

(NO KETERSEDIAAN : 2612/C/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:31
Last Modified: 12 Aug 2026 07:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/59095

Actions (login required)

View Item View Item